Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati mengaku khawatir dengan sentimen agama yang melekat pada isu kasus muslim Uighur di Xinjiang, Tiongkok.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 28 Desember 2019 - 08:48 WIB
WowKeren - Kasus muslim Uighur di Xinjiang, Tiongkok, kian menjadi sorotan oleh negara-negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka mengenai kondisi muslim Uighur di sana.
Pasalnya, kuat dugaan bahwa muslim Uighur di Xinjiang mengalami diskriminasi oleh pemerintah Tiongkok. Reni mengatakan bahwa jika pemerintah tidak segera memberikan penjelasan maka dikhawatirkan akan adanya potensi muncul gerakan masif.
"Kalau dibiarkan begini," kata Reni di Jakarta, Jumat (27/12). "Masyarakat enggak bersikap dan enggak diberikan informasi yang memadai, bisa jadi akan muncul gerakan-gerakan yang lebih masif lagi."
Sebab, tak sedikit masyarakat yang menilai bahwa persoalan di Uighur merupakan bentuk diskriminasi terhadap umat Islam. Padahal menurut Reni, masalah di Xinjiang bisa jadi dipicu oleh masalah politik. Masalah politik yang dimaksud adalah terkait upaya masyarakat daerah tersebut untuk melepaskan diri dari Tiongkok.
Seperti diketahui, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Oleh sebab itu, Reni mengaku khawatir dengan sentimen agama yang melekat pada isu kasus Uighur. "Makanya, saya minta pemerintah terbuka jelaskan ini. Jangan lupa kita masih memahami bahwa Uighur tentang diskriminasi terhadap agama," lanjutnya.
Sementara itu, Reni juga mengkritisi sikap Istana yang memilih untuk tidak ikut campur dalam urusan Uighur karena hal itu merupakan urusan domestik Tiongkok. Meski demikian, jika memang ada kaitannya dengan urusan agama, maka Indonesia juga seharusnya bisa mengambil langkah bijak menyikapinya.
"Memang urusannya yang terjadi di sana bisa saja urusan politik," tutur Reni. "Tapi kalau ada urusan agama, ini kan terkait hubungan dengan umat Islam dunia nih, kita tahu bahwa Indonesia itu mayoritas umat Islam, harus juga ada sikap yang arif soal ini."
Sebelumnya, hal serupa juga sempat diutarakan oleh Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf. Ia menilai Bahwa kasus di Xinjiang ada kaum separatis Uighur yang berniat ingin mengembalikan kemerdekaan negara Turkistan Timur.
(wk/zodi)