Fadli Zon Sebut Isu Radikal Sebagai Kambing Hitam, Ngabalin: Mungkin Masih Muda Jadi Ngawur
Nasional

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyoroti sikap pemerintah yang menurutnya sengaja mengembuskan isu radikalisme guna menutupi ketidakbecusan dalam mengelola negara.

WowKeren - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menuding bahwa pemerintah sengaja mengembuskan isu radikalisme untuk menutupi ketidakbecusan mereka. Hal ini pun mendapat respons dari Tenaga ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin.

Ngabalin meminta agar pernyataan Fadli tersebut diabaikan saja. Sebab, Gerindra sendiri merupakan oposisi pemerintah jadi sudah menjadi hal yang wajar jika partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto tersebut mengkritisi pemerintah.

"Kalau Fadli Zon abaikan saja mengkritik pemerintah," kata Ngabalin dilansir Detik, Sabtu (28/12). "Bagaimana mungkin sementara Gerindra adalah koalisi pemerintah lucu kan."

Tak hanya itu, ia pun menilai bahwa manuver politik yang dilakukan oleh Fadli berada di tingkat rendah. Oleh sebab itu, ia meminta mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut untuk belajar lebih banyak kepada para seniornya.


"Jadi manuver politiknya cetek. Suruh belajar yang banyak sama senior-seniornya supaya ada pembelajaran paham berpolitik bernegara," lanjut Ngabalin. "Mungkin masih terlalu muda, jadi terkadang ngawur tidak karuan hehehe."

Sebelumnya dalam diskusi bertajuk 'Indonesia Milik Kita atau Milik Siapa?', Fadli mengutip pernyataan Bung Hatta soal tujuan kemerdekaan. Beberapa tujuan tersebut di antaranya yakni mencapai kebahagiaan rakyat, kesejahteraan rakyat, kebebasan dan kemerdekaan rakyat, serta kedamaian rakyat.

Fadli kemudian menyinggung isu radikalisme yang menurutnya sengaja diembuskan oleh pemerintah untuk menutupi ketidakbecusan pemerintah dalam mengelola negara. Pasalnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun bahkan sampai harus buka suara mengenai isu tersebut.

"Sehingga kita bisa bertanya, sebetulnya agenda apa ini? Sampai Menteri Keuangan pun harus berbicara tentang radikalisme," kata Fadli di Jakarta Selatan, Jumat (27/12). "Jadi radikalisme ini menjadi satu dalih yang paling mudah untuk menutupi ketidakbecusan."

Ia menilai bahwa isu radikalisme dijadikan sebagai kambing hitam. "Dan kambing hitam itu namanya adalah radikalisme. Padahal, di balik radikalisme ini, menurut saya adalah ketidakbecusan di dalam memanage dan mengelola bangsa ini," imbuhnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts