Sebelumnya, DPD Gerindra DKI Jakarta memperkenalkan Ahmad Riza Patria sebagai Cawagub DKI yang mereka usung. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, lantas memberi penjelasan.
- Bertilia Puteri
- Senin, 30 Desember 2019 - 13:00 WIB
WowKeren - Sejak ditinggal oleh Sandiaga Uno pada Agustus 2018 lalu, kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga kini masih kosong. Partai Gerindra dan PKS lantas berpeluang untuk menyodorkan nama calon pendamping Gubernur Anies Baswedan tersebut.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, lantas mengenalkan Ahmad Riza Patria sebagai Cawagub yang mereka usung. "Jadi hari (calon) wakil gubernur yang diusulkan Gerindra, yang saya undang satu, Pak Riza," tutur Taufik di Jakarta Timur pada Minggu (29/12).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad lantas menjelaskan bahwa pengurus DPP belum menemukan kesepakatan dengan DPP PKS perihal Cawagub DKI Jakarta. Ia juga menyebut bahwa DPP Gerindra belum memutuskan untuk mengajukan nama Riza Patria kepada Anies sebagai Cawagub.
"Itu kan Gerindra DKI. Dari kita kan ada empat nama. (Riza Patria) itu kan baru Gerindra DKI. DPP Gerindra empat nama, iya salah satunya Ahmad Riza Patria," terang Dasco pada Senin (30/12). "Perbedaannya adalah Gerindra DKI satu nama, dan DPP empat nama."
Diketahui, Gerindra mencalonkan 4 nama sebagai pengganti Sandiaga. Mereka adalah Ahmad Riza Patria, Ferry Juliantono, Arnes Lukman dan Sekda DKI Saefullah.
Lebih lanjut, Dasco mengaku belum ada kesepakatan dengan DPP PKS mengenai 4 nama tersebut. Dasco lantas menegaskan bahwa keputusan siapa yang akan diajukan sebagai Cawagub DKI ke Anies ada di tangan DPP Gerindra.
"Iya, karena PKS belum menentukan sikap dari empat nama itu," jelas Dasco. "Ya itu kan harapannya Gerindra DKI (Riza Patria yang diajukan). Keputusan ada di tingkat pusat kan."
Sebelumnya, PKS telah menyatakan pihaknya berharap mendapatkan jatah Wagub DKI lantaran mereka juga mengusung Anies-Sandi di Pilgub DKI 2017. "Secara prinsip kami masih memegang kesepakatan awal, jatah Wakil Gubernur adalah untuk PKS," ujar Penasehat Fraksi PKS DKI, Nasrullah, dilansir detikcom.
Nasrullah lantas meminta agar Gerindra konsisten pada kesepakatan awal mereka. "Berhasil tidak berhasil Pak Sandi menjadi Wakil Presiden, jatah kursi Wagub tetap di PKS. Jika Gerindra sekarang minta yang diusulkan satu diantaranya dari Gerindra, itu diluar kesepakatan. Kita harus komitmen dengan janji. Kalau tidak negeri ini bisa rusak," pungkas Nasrullah.
(wk/Bert)