Viral Manusia Gorong-Gorong di Bandung Diberi Penghargaan, Reaksi Ibunda Jadi Sorotan
Nasional

Uha (42) akrab dipanggil 'manusia gorong-gorong' oleh warga Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung lantaran berani nyemplung ke dalam gorong-gorong demi mengatasi sampah yang menyumbat.

WowKeren - Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Guyuran air hujan yang deras pun membuat sejumlah wilayah harus terendam banjir. Kebanyakan penyebabnya karena saluran air alias got yang tersumbat oleh sampah sebagai akibat kelakuan tak bertanggung jawab warga setempat.

Hal itulah yang melatarbelakangi sosok Uha (42), warga Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat dipanggil "manusia gorong-gorong". Pasalnya Uha diketahui berani "menenggelamkan diri" ke dalam saluran air keruh demi mengambil sampah yang menyumbat. Hal itu ia lakukan agar saluran air tak lagi meluap.

Tak pelak, aksi Uha "manusia gorong-gorong" menjadi perbincangan panas di media sosial. Apalagi karena ia melakukannya seperti tanpa beban, bahkan tak ada pengaman yang menempel di tubuhnya kala aksi itu berlangsung.

"Manusia gorong-gorong. Ini manusia gorong-gorong," seru seorang pria yang terlihat memegang tangga kala Uha memasuki saluran air tersebut. Tak lama Uha terlihat memanjat keluar dan langsung diberi pertanyaan oleh perekam video.

Perekam video menanyakan bagaimana kesannya usai "berendam" di dalam saluran air keruh. Jawabannya pun langsung membuat publik terenyuh. "Rasa strawberry," kelakarnya.

Twitter/juliuzickboy

Atas aksinya itulah Uha lantas diberi penghargaan dan sejumlah bantuan dari pemerintah setempat. Hal ini seperti yang disampaikan Lurah Cikutra, tempat Uha tinggal, Asri Desiyani.


"Kita siapkan piagam penghargaan, paket sembako, seragam Linmas, karena kebetulan beliau anggota Linmas RW 03," ujar Asri, dikutip Kompas, Senin (30/12). "Ada juga uang penghargaan dari Pak Camat."

Namun ada yang lebih menarik perhatian publik kala penyerahan penghargaan dan bantuan itu. Pasalnya ibunda Uha, Ikah (60), sempat berteriak histeris ketika melihat putranya dikelilingi aparat.

"Kenapa Emak tidak diberi tahu?" tanya Ikah dengan bahasa Sunda, di sela tangisannya. "Uha jangan dibui, nanti Emak sama siapa?"

Wanita lanjut usia itu mengira putranya sudah berbuat kriminal dan hendak digiring ke kantor polisi. Tak pelak Uha pun langsung mendekap ibundanya, menenangkan dan menjelaskan situasi yang ada.

"Enggak Emak, Uha tidak nyolong, tidak maling," jelas Uha, masih dengan bahasa Sunda. "Uha mau dapat rezeki, nanti rezekinya buat Emak semua."

Terkait dengan aksinya, Uha mengaku sudah biasa diminta warga untuk membersihkan gorong-gorong berukuran 60x60 sentimeter tersebut ketika terjadi luapan. "Kasihan orang-orang yang mau ke masjid, jijik nginjek airnya. (Karena) saya mah sudah biasa, langsung saja masuk cuma pakai kolor (celana pendek)," tuturnya.

Uha membenarkan bahwa saluran airnya memang dipenuhi sampah. Mulai dari pembalut, plastik, hingga kayu-kayu kecil.

"Ah enggak (jijik), anggap saja masuk kolam renang," pungkas Uha. "Saya sudah sering bolak-balik masuk ke gorong-gorong kalau lagi meluap. Kalau dihitung sudah 20 tahun sejak gorong-gorong ini ada."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait