Wagub DKI Tak Kunjung Dipilih, PKS Kembali Curigai Gerindra
Nasional

Kursi DKI 2 sudah ditinggalkan Sandiaga Uno sejak lebih dari setahun silam. Hingga kini proses pemilihan Wagub DKI Jakarta bak berjalan di tempat hingga menimbulkan kecurigaan antar parpol seperti berikut.

WowKeren - Sejak ditinggalkan Sandiaga Uno hingga lebih dari setahun, diketahui kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta belum juga terisi. Alhasil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus bekerja sendiri.

Kursi DKI 2 sendiri disebut-sebut akan diberikan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun diketahui hingga kini PKS belum mendapatkan titik terang soal jabatan tersebut, kendati cawagub dari partai tersebut sudah diserahkan kepada anggota dewan sejak 2019 lalu.

Menanggapinya, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin pun angkat bicara. Arifin dengan lugas menyampaikan kecurigaannya terhadap Partai Gerindra. Kok bisa?

Rupanya Arifin menduga ada lobi politik yang dilakukan Gerindra kepada unsur pimpinan DPRD DKI. Alhasil proses pemilihan Wagub DKI berjalan lambat, bahkan seperti berhenti. Diketahui rapat pimpinan gabungan untuk membahas draf tata tertib pun hingga kini belum juga digelar dengan alasan tidak memenuhi kuorum.

"Jangan-jangan Gerindra juga sebenarnya menunda-nunda proses ini," kata Arifin ketika dijumpai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (30/12). "Kami khawatirnya begitu. Ini persepsi kami ya, bisa keliru."


Arifin menyebut Gerindra bisa saja sengaja menunda proses pemilihan Wagub DKI lantaran mengincar posisi tersebut. Menurutnya Gerindra belum ikhlas menyerahkan kursi DKI 2 kepada PKS.

"Jangan-jangan memang (Gerindra) masih punya keinginan supaya satu (cawagub dari) PKS, satu (dari) Gerindra," kata Arifin, dilansir Kompas. "Ada kesan belum legowo kalau dua-duanya (cawagub) dari PKS."

Kendati demikian, bisa saja bukan Gerindra yang melakukannya namun partai politik lain. Sebab PKS akan menjadi kompetitor yang berat karena perolehan suara yang bisa meningkat tajam bila berhasil mengamankan kursi DKI 2.

"PKS bagi partai lain kan kompetitor. Kalau PKS jadi Wagub, ini pasti akan berdampak untuk peningkatan suara PKS," jelas Arifin. "Tentunya partai-partai lain kan tidak menginginkan itu."

Oleh karena itu, Arifin berharap agar pemilihan Wagub DKI Jakarta segera dilanjutkan. Apalagi Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, sudah menjanjikan agar Wagub terpilih pada Januari 2020.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait