Tiga desa di dua kecamatan di Kabupaten Lahat diterjang banjir bandang. Akibat derasnya banjir bandang tersebut, banyak rumah warga yang rusak dan tujuh rumah hanyut.
- Anis Rosella Pitaloka
- Selasa, 31 Desember 2019 - 08:44 WIB
WowKeren - Musim penghujan telah tiba sejak beberapa bulan yang lalu. Meskipun banyak yang menantikan, musim hujan juga menyebabkan musibah di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel).
Baru-baru ini dikabarkan bahwa terdapat tiga desa di dua kecamatan di Kabupaten Lahat diterjang banjir bandang. Akibat derasnya banjir bandang tersebut, banyak rumah warga yang rusak dan bahkan tujuh rumah dikabarkan telah hanyut terbawa arus.
"Tujuh rumah hanyut terbawa arus banjir bandang," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, kepada wartawan yang dilansir Detik pada Senin (30/12). "Dan 73 unit rumah lainnya rusak ringan."
Menurut keterangan Agus, banjir terjadi pada Senin pagi pukul 05.00 WIB. Tiga desa yang terdampak banjir bandang tersebut diantaranya yakni Desa Keban Agung di Kecamatan Mulak Sebingkai, Desa Lesung Batu, dan Desa Pengentaan di Kecamatan Mulak Ulu.
Selain mengakibatkan beberapa rumah warga rusak dan hanyut, banjir tersebut juga menyebabkan jembatan air Mulak terputus. "Sejumlah bangunan, seperti kantor camat, gedung PAUD, dan musala juga rusak diterjang banjir bandang yang disebabkan oleh faktor intensitas curah hujan yang tinggi," terang Agus.
Jembatan yang rusak itu menyebabkan setidaknya ada lima desa terisolir. Hal ini karena jembatan besi itu menghubungkan Kecamatan Mulak Ulu, Lahat dengan Kabupaten Muara Enim. Tak hanya itu, para siswa SMP dan SMA yang bersekolah ke di Desa Mura Tiga, Kecamatan Mulak Ulu juga terencam tak bisa bersekolah.
"Ya, lima desa terancam tak bisa jika ingin ke ibu kota kecamatan, atau ke Kecamatan Kota Agung dan ke Kota Lahat," ujar Camat Mulak Ulu yang dilansir TribunNews pada Senin (30/12). "Lima desa tersebut, yakni Desa Lawang Agung, Fajar Bulan, Menggkenang, Lesung Batu, dan Air Puar."
Beruntungnya, dari data sementara BNPB, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang ini. Sementara itu, total kerugian yang diakibatkan oleh banjir bandang tersebut belum bisa dilaporkan.
Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat menurut Agus sudah terjun ke lokasi bencana. Mereka bertugas untuk melakukan asesmen dan pembersihan puing-puing bangunan akibat banjir bandang tersebut. Selain itu, TNI dan Polri juga ikut terlibat dalam proses penanganan bencana.
(wk/aros)