Pelaku mengira bahwa semak yang bergoyang merupakan ulah babi hutan yang masuk ke lahan pertanian sehingga tanpa berpikir panjang ia segera menembak korban dan mengenai bagian kepala.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 31 Desember 2019 - 10:26 WIB
WowKeren - Nasib nahas menimpa seorang petani di Banjarnegara atas nama Triyanto (51). Pasalnya, ia harus meregang nyawa lantaran terkena tembak di bagian kepala.
Saat tengah mencari rumput di area kebun Kapulaga, seorang pemburu menembaknya di bagian kepala lantaran dikira babi hutan. Saat ini, pelaku penembakan sudah diamankan oleh polisi.
Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa mengatakan bahwa pelaku merupakan dua orang yang merupakan warga Salatiga. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan dua pucuk senapan dan peluru.
Aris menjelaskan bahwa kala itu korban tengah mencari rumput di semak-semak untuk memberi makan ternaknya. Namun, pemburu mengira bahwa rumput yang bergoyang tersebut akibat ulah babi hutan yang tengah masuk ke lahan pertanian. Sehingga tanpa berpikir panjang, pelaku pun langsung menembak korban dan mengenai bagian kepala hingga tewas.
"Jadi korban ini dikira babi hutan karena dilihat dari kejauhan ada semak semak bergoyang," jelas Aris dilansir Sindonews Jateng, Selasa (31/12). "Tanpa pikir panjang dua pemburu tersebut langsung menembaknya hingga mengenai kepala korban tembus dan tewas."
Begitu mendapati bahwa yang ditembak bukan babi hutan melainkan manusia, kedua pelaku pun melakukan rekayasa dengan menggeser korban sejauh 7 meter dari lokasi kejadian. Hal itu dilakukan untuk membuat agar seolah-olah korban terjatuh dan terbentur bebatuan.
"Mengetahui yang ditembak ternyata manusia, pelaku sempat melakukan rekayasa dengan seolah korban terjatuh," lanjut Aris. "Tapi barang bukti menjadi petunjuk."
Dengan barang bukti berupa proyektil dan temuan luka pada tubuh korban, polisi akhirnya dapat mengungkap jika insiden tersebut adalah kasus pembunuhan. Saat ini, polisi tengah mendalami kasus dan mendalami kepemilikan senjata api pelaku.
Sementara itu berdasarkan pengakuan salah seorang pelaku, akhir tahun dianggap sebagai saat yang tepat untuk berburu babi hutan. Pasalnya, permintaan akan babi hutan meningkat di pasaran.
(wk/zodi)