Banjir tak hanya melanda daerah pemukiman namun tol pun tak lepas dari terjangan bencana ini, seperti banjir yang terjadi di Tol Cipali KM 136 pada Selasa (31/12).
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 02 Januari 2020 - 11:48 WIB
WowKeren - Banjir di penghujung 2019 hingga awal tahun 2020 menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak terkait untuk menanggulanginya. Pasalnya, banjir tak hanya melanda daerah pemukiman namun tol pun tak lepas dari terjangan bencana ini.
Kementerian Perhubungan melakukan inventarisir permasalahan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait pascabanjir di Jalan Tol Cipali (Cikopo-Palimanan). Seperti diketahui, pada Selasa (31/12), banjir juga menerjang Tol Cipali KM 136.
Untuk itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi pun telah menggelar rapat koordinasi bersama dengan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku pihak operator Tol Cipali. Rapat tersebut juga melibatkan Polda Jawa Barat dan berlangsung di Kantor Operasional PT. LMS, Gerbang Tol Subang, Tol Cipali KM 109 pada Rabu (1/1).
Budi meminta agar di Tol Cipali dibangun tanggul sepanjang lebar sungai. Dengan adanya tanggul, diharapkan bisa menekan debit limpahan air sehingga banjir bisa diminimalisir.
"Saya minta LMS membangun tanggul sepanjang lebar sungai atau cerukan tersebut," kata Budi dalam siaran pers seperti dilansir Republika, Kamis (2/1). "Dengan adanya tanggul minimal akan mengurangi limpahan air yang demikian deras seperti kemarin sore."
Ia berharap agar PU Pengairan dapat melakukan normalisasi daerah aliran sungai. Untuk mengupayakan agar pekerjaan normalisasi bisa cepat selesai, Budi juga meminta agar ekskavator ditambah jumlahnya. Jika terdapat potensi banjir seperti kemarin di kemudian hari, Budi meminta agar Polda Jawa Barat dan Polres Indramayu membuat perencanaan untuk rekayasa lalu lintas.
"Kita harapkan sudah ada rencana pengalihan arus," jelas Budi. "Mungkin sebelum titik banjir, kendaraan bisa keluar tol untuk menghindari banjir, baru kemudian masuk lagi."
Tak hanya itu, Budi juga meminta agar dipasang CCTV di area tersebut sehingga petugas bisa bertindak cepat jika terjadi kejadian serupa. "Kepada petugas di lapangan terutama kepolisian dan operator jalan tol, kalau indikasi potensi seperti kemarin itu, airnya mengalir cukup deras, saya kira perlu dipertimbangkan, apakah kendaraan akan dilewatkan atau diberhentikan," kata Budi.
(wk/zodi)