Asisten Deputi Penanganan Pascabencana Kementerian Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) Nelwan Harahap menilai bahwa manajemen pemerintah daerah di sana bisa menjadi contoh dalam menangani banjir.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 02 Januari 2020 - 14:05 WIB
WowKeren - Banjir besar yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara pada pertengahan Juni lalu disebut bisa menjadi percontohan nasional. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Asisten Deputi Penanganan Pascabencana Kementerian Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) Nelwan Harahap.
Kala itu, ada 13 kecamatan yang diterjang banjir namun dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. "Tidak bisa dipungkiri penanganan banjir di Konawe Utara sekarang ini menjadi perbincangan nasional dan percontohan nasional dalam penanganan bencana," kata Nelwan dilansir Antara, Kamis (2/1).
Menurutnya, pelajaran yang bisa dipetik dari penanganan banjir adalah bagaimana langkah kepala daerah dalam mengatur wilayahnya dengan melibatkan peran aktif TNI/Polri, dunia usaha, sipil, relawan dan semua elemen masyarakat. Lebih lanjut ia pun, bersyukur atas sumber daya alam yang melimpah di Konawe Utara, meski di sisi lain hal itu juga tak lepas dari ancaman.
"Yang menjadi perhatian dan apresiasi lagi bahwa meskipun 13 kecamatan Konawe Utara terpapar bencana banjir, tetapi tidak ada korban jiwa," lanjut Nelwan. "Bahkan ada sembilan bayi tangguh lahir di tengah penanganan pengungsi dan saat relokasi korban banjir."
Ia pun mengapresiasi sikap masyarakat setempat yang rela bahu-membahu membantu pemerintah membangun fasilitas darurat di berbagai pengungsian. Ia pun berharap agar masyarakat bisa mempertahankan dukungannya sehingga penanggulangan bencana bisa dilakukan dengan lebih tangguh.
"Karya-karya ini terlaksana atas dukungan masyarakat," terang Nelwan. "Terima kasih atas dukungan yang terlibat penanganan banjir di Konawe Utara. Kelak menjadi inspirasi bagi masyarakat agar makin tangguh dalam menghadapi setiap bencana."
Sementara itu, Bupati Konawe Utara Ruksamin mengatakan bahwa banjir di Konawe Utara tersebut menimbulkan kerugian material sekitar Rp 674,8 miliar. "Meskipun banyak rumah penduduk yang terkena dampak banjir, tetapi tidak ada korban jiwa," tuturnya masih dilansir Antara.
Sementara itu di Jakarta, banjir masih menjadi persoalan serius. Puluhan ribu warga terpaksa harus mengungsi dan beberapa juga dilaporkan ada yang meninggal dunia.
(wk/zodi)