NU'EST W Dituduh Lakukan Manipulasi Chart, Pledis Tuntut Permintaan Maaf 'Unanswered Questions'
Musik

Baru-baru ini program SBS berjudul 'Unanswered Questions' membahas topik manipulasi grafik digital ini. Acara tersebut menampilkan nama NU'EST W sebagai salah satu dugaan artis yang melakukan sajaegi.

WowKeren - Topik soal Sajaegi atau manipulasi grafik chart digital kembali meruak di dunia industri musik Korea. Baru-baru ini program SBS berjudul "Unanswered Questions" membahas topik manipulasi grafik digital ini.

Program ini menyiarkan wawancara dengan seorang pria yang menyatakan bahwa data pribadinya telah digunakan untuk tujuan sajaegi. Ia mengaku menerima E-mail yang menyatakan akunnya telah membeli beberapa musik dalam situs musik.


Dalam lampiran bukti E-mail tersebut, terlihat bahwa salah satu lagu miliki NU'EST W, "Dejavu" telah dibeli pada Juli 2018 atas nama akun narasumber tersebut meski ia tak pernah membelinya. Hal ini tentu menuai reaksi dari Pledis Entertainment selaku agensi yang menaungi NU'EST.

Pihak agensi membantah semua tuduhan manipulasi chart tersebut. Tak hanya itu, mereka juga menyampaikan kekecewaan mereka terhadapt SBS dan menuntut permintaan maaf dari "Unanswered Questions". Di bawah ini adalah pernyataan lengkap Pledis Entertainment:

"Halo, ini adalah Pledis Entertainment. Berikut adalah pernyataan kami tentang konten yang tayang kemarin malam (4 Januari) di “Unanswered Questions” SBS dengan judul 'Manipulated World - Is It Digital Sajaegi? Or Viral Marketing?'

Sebelum kami menyatakan posisi kami tentang masalah ini, kami dengan jelas mengumumkan bahwa agensi kami tidak melakukan tindakan ilegal atau penipuan yang terkait dengan digital sajaegi.

Sangat disayangkan bahwa pada siaran 'Unanswered Questions' di SBS, ada pernyataan 'Ada catatan pembelian musik digital untuk artis yang tidak dia dengarkan atau beli musiknya' dikatakan dalam sebuah wawancara dengan seorang pria mengenai kecurigaan sajaegi digital. E-mail yang terungkap membuatnya tampak seperti masalah tersebut terkait dengan artis kami.

Artis kami, yang bekerja keras selama beberapa tahun, telah menerima kerusakan serius dari pencemaran nama baik, spekulasi, dan desas-desus yang sedang menyebar karena siaran 'Unanswered Questions'.

Oleh karena itu, kami meminta ('Unanswered Questions') untuk mengakui dan meminta maaf atas kesalahan produksi menyiarkan nama grup sebagai 'artis yang dicurigai digital sajaegi' ketika masalah tersebut tidak terkait dengan artis kami dan untuk memperbaiki kesalahan pada jasa VOD. Terima kasih."

(wk/putr)

You can share this post!