Seorang penumpang Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Denpasar pada Sabtu (4/1) kemarin mengaku 'ditahan' oleh petugas bandara. Belakangan terungkap ia dan keluarga 'ditahan' karena kedapatan mengeluhkan layanan Garuda.
- Elvariza Opita
- Selasa, 07 Januari 2020 - 10:43 WIB
WowKeren - Baru-baru ini Garuda Indonesia kembali menarik perhatian nasional. Pasalnya seorang penumpang dengan akun Twitter @jesswjk mengeluhkan perlakuan tidak menyenangkan dari awak kabin kepada pihaknya dan keluarga.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/1) lalu, ketika Jessica dan keluarganya naik pesawat dengan tujuan Bali. Karena suaminya sempat mengeluhkan layanan Garuda, tepat setelah turun, sebanyak 7-8 petugas Aviation Security langsung menahan mereka.
Usut punya usut, rupanya mereka ditahan karena keluhan yang disampaikan oleh suami Jessica. Yang lebih membuat geram, Jessica dan keluarga ditahan tanpa dasar yang jelas. Mereka baru dilepaskan usai Jessica mengancam akan melaporkan hal tersebut ke salah satu pemegang saham Garuda.
Kejadian ini langsung menjadi viral, dan kembali Garuda Indonesia menuai kecaman keras dari warganet. Mereka menyayangkan tingkah awak kabin, terutama sang kapten, yang dinilai sangat arogan.
Menanggapi pemberitaan yang ada, Plt Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal, pun angkat bicara. Fuad menyampaikan permohonan maaf atas insiden tak menyenangkan tersebut.
Lebih lanjut, Fuad pun berjanji akan melakukan investigasi soal kasus tersebut. Terutama terkait sikap sang pilot, apakah telah melampaui kewenangan ketika bertugas atau tidak.
"Saat ini Garuda Indonesia sedang melakukan investigasi atas pilot dimaksud," kata Fuad, Senin (6/1). "Untuk mengetahui lebih lanjut dugaan apakah yang bersangkutan telah melampaui kewenangannya ketika bertugas atau telah bekerja sesuai prosedur."
Fuad pun berjanji pihaknya akan terus berkomunikasi dengan penumpang untuk menyelesaikan masalah ini sebaik-baiknya. "Kami terus berkomunikasi dengan penumpang tersebut dan berupaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan sebaik-baiknya," sambung Fuad, dilansir dari laman Detik Finance.
Sebelumnya Kementerian BUMN juga telah memberikan pernyataannya soal heboh penahanan penumpang ini. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, meminta Garuda Indonesia untuk segera memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi.
"Kita sudah minta Garuda menjelaskan kepada publik (soal) kejadian itu," ujar Arya. "Sesuai kronologis supaya publik mengetahui kondisi sebetulnya."
(wk/elva)