Agensi sebelumnya juga telah mengumumkan akan menempuh jalur hukum karena merasa nama baik mereka telah dicemarkan oleh Daisy lewat tudingan yang tidak sesuai fakta.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Rabu, 08 Januari 2020 - 14:36 WIB
WowKeren - Daisy kini terlibat kisru dengan agensinya MLD Entertainment berkaitan dengan tudingannya lewat wawancara KBS yang menyebutkan jika program survival "Finding Momoland" yang mendebutkan Momoland ternyata telah dicurangi dengan manipulasi voting.
Daisy juga mengungkap jika masing-masing member Momoland diharuskan membayar hampir 70 juta won untuk biaya produksi "Finding Momoland". Selain itu, Daisy hampir setahun terakhir dilarang promosi dengan Momoland.
Ketika hendak mengajukan pemutusan kontrak, agensi disebut meminta biaya pinalti mencapai 1,1 miliar won (sekitar Rp 13 miliar). Penuturan Daisy ini membuat agensi kembali buka suara.
MLD Entertainment membeberkan jika Daisy memang dilarang promosi dengan Momoland setelah terlibat skandal pacaran dengan Yunhyeong iKON pada awal Februari 2019 lalu. Namun ibu Daisy sendiri yang terlibat dalam pelarangan itu.
"Selama periode 8 bulan mulai Mei 2019, Momoland bahkan tidak melakukan promosi resmi seperti merilis album dalam negeri. Sejak merilis mini album kelima mereka 'I'm So Hot' pada Maret 2019, Momoland tidak melakukan promosi grup resmi selain kegiatan unit sekitar 9 bulan. Alasannya karena konflik kami dengan Daisy."
"Di Februari 2019, Daisy terlibat skandal pacaran. Setelah memeriksa dengannya, kami merilis pernyataan resmi mengonfirmasi kabar kencan itu benar. Lalu tiga hari kemudian, ibu Daisy meminta kami mengeluarkan Daisy dari Momoland."
"Daisy juga tahu niat ibunya itu. Tapi sebagai grup yang dalam proses mempersiapkan album comeback, kami meminta Daisy untuk mengambil jeda istirahat dari promosi. Lalu pada 12 Maret 2019, 27 Maret 2019 dan 30 Juli 2019, ibu Daisy mengirimi kami tiga dokumen hukum berbeda soal meminta pemutusan kontrak Daisy."
"Pada Agustus 2019, kami menyampaikan niat kami untuk memungkinkan pemutusan kontrak Daisy. Kontrak tanpa pinalti melalui perwakilan hukum Daisy. Pihak Daisy menolak tawaran itu, alih-alih menambah konflik yang sedang berlangsung dengan menuding kami 'menuntut pembayaran ilegal'."
"Selain itu, kami tidak punya pilihan lain selain mengirim dokumen hukum di pihak kami, menolak permintaan awal mereka untuk mengakhiri kontrak Daisy dan juga menjelaskan perlunya membayar biaya pemutusan kontrak jika mencoba mengakhiri kontrak terlebih dulu."
Sementara itu, agensi sebelumnya juga telah mengumumkan akan menempuh jalur hukum karena merasa nama baik mereka telah dicemarkan oleh Daisy. Di sisi lain, Daisy berhasil mendapat dukungan penuh terkait perselisihannya dengan agensi ini.
(wk/amal)