Waketum Partai Gerindra Fadli Zon buka suara soal tudingan yang mengatakan jika sikap Menhan Prabowo soal Natuna terlalu 'lembek'. Menurutnya, sikap tersebut dinilai realistis.
- Nidya Putri
- Rabu, 08 Januari 2020 - 17:00 WIB
WowKeren - Keputusan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto soal polemik Natuna yang terlalu cool menuai kritikan sejumlah pihak. Salah satunya adalah Presiden PKS Sohibul Iman yang menilai jika sikap tersebut "lembek" dan tak tegas.
"Jadi kalau diksinya dia (China) sahabat, jangan dibesar-besarkan, itu nggak ada ketegasan sama sekali," ujar Sohibul pada Senin (6/1) lalu. "Walau kemudian alasan ini adalah bagian dari diplomasi, yang harus diplomasi seperti itu justru Menlu (Menteri Luar Negeri) sebetulnya, yang ini harusnya lebih tegas, kok terbalik. Menlu tegas, malah yang ini justru berdiplomasi."
Menanggapi kritikan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pun memberikan pembelaan. Ia mengatakan jika Prabowo berusaha untuk realistis. "Saya kira sebenarnya bukan lembek, tapi Pak Prabowo itu berusaha realistis," kata Fadli di Kompleks Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/1).
Realistis Prabowo yang dimaksudkan oleh Fadli adalah Indonesia tak mempunyai kekuatan secara sungguh-sungguh di Natuna. Karena itu, ia menilai jika Prabowo saat ini sudah berusaha memperkuat kekuatan yang ada di Natuna.
"Realistis dengan situasi yang ada, situasi yang ada ini memang kita tidak mempunyai kekuatan-kekuatan secara de facto untuk melindungi wilayah kita, wilayah ekonomi kita yang ada di wilayah Natuna itu," jelasnya. "Jadi Pak Prabowo berusaha untuk bagaimana kita berangkat dari realitas dan terus memperkuat kekuatan kita di sana."
Sebelumnya, Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad juga sempat mengutarakan pendapatnya soal pernyataan yang menilai jika Prabowo bersikap "lembek". Pasalnya, menurut Dasco, apa yang dilakukan oleh Prabowo sebagai Menhan sudah pas dan sesuai dengan porsinya.
"Apakah mesti ucapan di media menunjukkan kinerja? Kan nggak juga," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1). "Kinerja seorang Menhan sudah dilakukan dengan pas menurut saya."
(wk/nidy)