Pemerintah akan membangun sentra dan fasilitas lain untuk nelayan di Natuna Utara. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Penguatan Daya Saing KKP Agus Suherman.
- Nidya Putri
- Rabu, 08 Januari 2020 - 18:09 WIB
WowKeren - Polemik Natuna hingga saat ini masih menjadi perbincangan masyarakat. Bahkan coast guard Tiongkok masih betah untuk singgah di perairan Natuna, Kepulauan Riau hingga membuat nelayan lokal menjadi takut untuk melaut.
Karena hal itu, pemerintah berniat memfasilitasi nelayan untuk melaut di Perairan Natuna, khususnya di bagian utara. Untuk itu akan dibuat Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu alias SKPT di Laut Utara Natuna.
Dirjen Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agus Suherman menjelaskan pemerintah sedang melakukan perencanaan pembangunan SKPT di Natuna Utara. Sebelumnya, pemerintah telah membuat SKPT di Natuna Selatan. Tepatnya di Selat Lampa, Kepulauan Riau.
"Kita mau rencanakan fasilitas bagi nelayan kita, seperti pelabuhan di sana," terang Agus usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Rabu (8/1). "Kan SKPT di bagian selatan udah ada. Nanti untuk utara akan dibangun juga."
Adanya fasilitas tersebut adalah agar nelayan bisa lebih leluasa untuk melaut di wilayah Natuna Utara. Terlebih lagi, wilayah tersebut rawan konflik dengan Tiongkok.
Lebih lanjut, perencanaan pembangunan SKPT ini akan dilakukan paling lama 6 bulan. Targetnya pada 2021 SKPT di Natuna Utara mulai dibangun dan masa waktu pembangunan paling lama 2 tahun.
"Sekarang perencanaan, paling 3-6 bulan. Nilainya belum karena masih rencana," terangnya. "Ya nanti tinggal 2021 pelaksanaan, kalau dilihat konstruksi dan segala macam bisa memakan waktu 1-2 tahun."
Nantinya, berbagai fasilitas bakal dibangun di SKPT Natuna Utara. Mulai dari pelabuhan, perumahan nelayan, hingga cold storage alias tempat penyimpanan ikan. "Nah kita mau ada buat di utara," paparnya. "Nanti kita membangun fasilitas buat nelayan, seperti pelabuhan, perumahan nelayan, fasilitas industri, cold storage."
Nelayan dinilai Agus membutuhkan sentra perikanan terlebih lagi di tengah laut. Dengan fasilitas ini, nelayan bisa melakukan perturakaran perbekalan, istirahat, bahkan menjual ikan lebih mudah tanpa perlu menuju ke pulau terdekat.
(wk/nidy)