Kasus 'Predator Setan' Reynhard Sinaga Bawa Citra Buruk Mahasiswa Indonesia yang Kuliah di Leeds
Nasional

Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Reynhard Sinaga telah membawa dampak buruk untuk mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Leeds, Inggris.

WowKeren - Nama Reynhard Sinaga tengah menjadi sorotan dunia lantaran melakukan kasus pemerkosaan terbesar di Manchester, Inggris. Hal ini lantas memberikan dampak negatif terhadap nama baik Indonesia.

Hal ini bahkan dirasakan oleh Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom Arif Rohman. Sebagai mahasiswa yang juga menempuh pendidikan di universitas yang sama dengan Reynhard Sinaga yaitu Universitas Leeds mengatakan, dari booming-nya kasus ini sangat memberikan dampak pada penyebutan nama Indonesia di Inggris.

"Kami, pelajar di Leeds terutama, sadar bahwa pasti akan ada efek dari kasus ini," jelas Arif dilansir Okezone, Rabu (8/1). "Saya pribadi merasakan mungkin jika menyebut nama Indonesia, akan langsung teringat kasus ini."

Arif kemudian mengatakan jika ia bersama rekan PPI mengecam keras tindakan yang dilakukan Reynhard Sinaga. Bahkan ia menilai jika tindakan Reynhard tersebut sebagai kejahatan luar biasa. "Saya dan rekan-rekan melihatnya sebagai sebuah kejahatan yang luar biasa, dan kami mengecam tindakan tersebut," katanya.


Sementara itu, mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Leeds sedang berusaha menyelidiki kasus ini secara mendetail. "Secara keseluruhan, saya bisa katakan bahwa pelajar di Inggris, terutama d Leeds shock atas apa yang terjadi, dan berusaha untuk mencari tahu kasus ini secara menyeluruh," tutup Arif.

Sebelumnya, pihak Istana pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus tersebut. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya akan menghormati prosedur hukum yang diterapkan oleh peradilan setempat.

"Tentunya kalau ini benar ini merupakan keprihatinan kita yang mendalam," kata Pramono di Istana Kepresidenan, Rabu (8/1). "Dan kita sangat menghormati proses peradilan yang terbuka yang dilakukan di Manchester dan tentunya kita juga menyayangkan kasus ini terjadi pada WNI."

Pramono menyayangkan kelakuan Reynhard. Sebab hal itu dinilai mencoreng muka Indonesia sebagai bangsa yang senantiasa mengedepankan etika dan sopan santun.

"Tentunya ini mau tidak mau, suka tidak suka, mencoreng wajah kita," lanjut Pramono. "Padahal wajah kita wajah bangsa Indonesia ini penuh dengan etika ketimuran sopan santun, harga-menghargai."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait