Kenang Gerakan Pelengseran Gus Dur, Priyo: Nggak Ada Pilihan Lain
Nasional

Politikus senior Priyo Budi Santoso angkat berbicara mengenai sejumlah gerakan untuk melengserkan Presiden Republik Indonesia Ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

WowKeren - Gerakan pemakzulan Presiden Republik Indonesia Ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada 23 Juli 2001 silam kembali menjadi topik perbincangan. Hal ini disebabkan pasca terbitnya sebuah buku berjudul "Menjerat Gus Dur" yang ditulis oleh Virdika Rizky Utama.

Dalam buku tersebut, termuat sebuah dokumen yang dinilai bersifat rahasia mengenai nama-nama yang diduga terlibat dalam upaya pelengseran Gus Dur. Salah satu nama yang terseret dalam upaya pemakzulan Gus Dur adalah Priyo Budi Santoso. Priyo saat ini menjabat sebagai Sekjen Partai Berkarya.

Sudah mengetahui namanya terseret dalam gerakan pelengseran Gus Dur, Priyo angkat berbicara. Menurutnya, upaya pemakzulan adalah reaksi atas ketidakadaan pilihan lantaran Gus Dur telah mengeluarkan dekrit.

Priyo mengakui jika saat itu dirinya memang menjadi salah satu pihak yang ikut mengkritik kebijakan Gus Dur. Walau begitu, jika diharuskan memilih ia sama sekali tidak menyetujui upaya pelengseran Gus Dur. Namun karena tidak ada pilihan lain, ia akhirnya setuju.


"Kalau masuk masalah pribadi, saya termasuk di menit-menit terakhir (Gus Dur), saya ikut ngritik Gus Dur," kata Priyo saat diskusi buku "Menjerat Gus Dur" di kantor IDN Times, Rabu (7/1). "Tapi kalau suruh milih, tidak setuju untuk dilengserkan. Tapi, itu semua pelatuknya adalah dekrit. Nggak ada pilihan lain."

Priyo menilai jika kebijakan Gus Dur mengeluarkan dekrit dengan membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), dan juga partainya saat itu yakni Golkar merupakan tindakan gegabah dan ceroboh. Akibatnya, Gus Dur dinilai telah memusuhi semua pihak dalam dunia pemerintahan.

"Saya nggak tahu siapa yang menyarankan," ujar Priyo. "Menurut hemat saya, ya tapi kita tetap hormat, menurut hemat saya ini ceroboh."

Selain dekrit, upaya pemakzulan Gus Dur juga dipicu oleh pencopotan sejumlah anggota partai koalisi dari kursi menteri. Priyo bercerita jika saat itu, Gus Dur telah mencopot Laksamana Sukardi (PDI-P) dan Jusuf Kalla (Golkar). Sontak hal tersebut memicu partai koalisi untuk sepakat melengserkan Gus Dur dari jabatan orang nomor satu di Indonesia.

"Bukan hanya dicopot, seingat saya saat itu, dituduh juga KKN," kenang Priyo. "Nah bahasanya gitu. Jadi situasi memang luar biasa. Memang situasi saat itu, saya tidak tahu siapa yang di sekitar bapak Presiden (Gus Dur)."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait