Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah mengantongi sejumlah nama yang bakal menjadi bos PT Garuda Indonesia. Sayangnya, ia masih enggan untuk membocorkannya dan meminta masyarakat untuk menunggu hingga saatnya diumumkan.
- Nidya Putri
- Jumat, 10 Januari 2020 - 17:48 WIB
WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku telah mengantongi nama-nama calon Direksi PT Garuda Indonesia. Namun, ia masih enggan untuk mengungkapkan siapa saja sosok yang digadang-gadang bakal memimpin maskapai pelat merah itu.
“Garuda Insya Allah hari ini direksinya sudah ada, (kalau) jajaran komisaris mungkin masih minggu depan," ujar Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (10/1). Tak hanya itu, Erick juga menolak untuk menyebut apakah jajaran bos Garuda Indonesia itu berasal dari kalangan internal perusahaan tersebut.
Lebih lanjut, ia meminta agar publik bersabar untuk mengetahui siapa saja sosok yang akan menjadi direksi Garuda Indonesia. Pasalnya, Garuda sendiri merupakan perusahaan yang terbuka.
“Nanti saya ngomong dibilang melanggar, padahal mohon maaf kadang kita sebagai pemegang saham ingin pastikan figur yang diberikan adalah figur yang tepat," kata Erick. Ia juga memastikan jika pemilihan bos-bos Garuda Indonesia dilakukan setelah mendengar masukan dari sejumlah pihak.
“Kita itu ingin profesional maunya transparan," tutupnya. "Saya percaya mekanisme penilaian publik kadang-kadang lebih mantap daripada birokrasi yang kegendutan."
Sementara itu, pengumuman nama-nama jajaran direksi dan komisarisnya harus menunggu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia yang akan diselenggarakan pada 22 Januari 2020 nanti.
Sebelumnya diketahui bahwa Menteri BUMN Erick Thohir telah memecat lima direksi Garuda Indonesia yang terlibat dalam skandal penyelundupan kendaraan mewah Harley Davidson dan sepeda Brompton dari luar negeri.
Kelima direksi tersebut adalah Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra Ari Askhara, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto serta Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar.
(wk/nidy)