Pakar Imbau Tak Pakai VPN Saat Konflik Iran-AS Masih Memanas, Kenapa?
Nasional

Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Pratama Persadha mengatakan sebaiknya masyarakat tidak dulu menggunakan alamat IP dari negara yang tengah berkonflik.

WowKeren - Indonesia dianggap perlu mewaspadai perang siber yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) Pratama Persadha.

Ia menyarankan agar pengguna jagad internet tanah air tidak dulu memakai VPN dari negara berkonflik. Sebab menurutnya, saat ini tengah berlangsung yang namanya cyber warfare antara kedua negara tersebut.

"Yang perlu dilakukan masyarakat adalah menghindari pemakaian VPN (virtual private network)," kata Pratama dilansir Republika, Sabtu (11/1). "Dari negara-negara yang sedang berkonflik beserta sekutunya."

Oleh sebab itu, sebaiknya tidak menggunakan dulu IP negara berkonflik guna menghindari serangan malware. "Serangan malware masif bisa saja terjadi seperti saat wannacry dan nopetya hadir di pertengahan 2017," kata Pratama.


Meskipun Indonesia tidak ikut berkonflik, namun tak menutup kemungkinan negeri ini akan terkena dampaknya, salah satunya yakni perang di media sosial. Isu yang berkembang di media sosial lebih banyak bersumber dari media massa mainstream.

Ia kemudian berbicara mengenai pentingnya melaksanakan prosedur tetap (protap) keamanan bagi para pejabat tinggi negara dalam situasi seaman apapun. Misalnya, tidak menyalakan GPS di smartphone dan juga wajib berkomunikasi lewat jalur yang aman.

Seperti diketahui, konflik antara Iran dan AS pecah bermula dari penyerangan terhadap Jenderal Qasem Soleimani oleh Amerika Serikat. Petinggi militer Iran tersebut mengembuskan nafas terakhirnya tak beberapa lama setelah mendarat di Baghdad, Irak dalam sebuah mobil berlapis baja yang ditembak oleh pesawat tanpa awak milik Amerika.

"Serangan kepada Jenderal Qasem Soleimani bisa terjadi," lanjut Pratama. "Salah satunya karena pengintaian lewat jalur komunikasi, internet, dan juga info lapangan yang akurat."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait