Tega! Beredar Penipuan CPNS Untuk Honorer Yang Catut Nama MenPAN-RB
Nasional
Seleksi CPNS 2019

Di tengah masa seleksi CPNS yang masih berlangsung, beredar informasi palsu soal adanya mekanisme pengangkatan PNS tanpa melalui tes. Surat edarannya pun dibuat semirip mungkin, bahkan mencatut identitas MenPAN-RB.

WowKeren - Masa seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memang rawan dengan beragam modus penipuan. Kebanyakan diantaranya menawarkan peserta seleksi untuk bisa menjadi PNS tanpa menempuh jalur tes.

Sayangnya ada beberapa penipu yang dianggap keterlaluan lantaran menyasar kaum pegawai honorer. Informasi bohong itulah yang beberapa hari ini beredar viral di masyarakat, bahkan penipunya sampai mencatut nama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo.


Kejadian ini patut dianggap berlebihan lantaran kaum honorer selama ini sering menyuarakan protes mereka untuk sistem seleksi CPNS. Sebagai informasi, banyak kaum honorer yang "menjerit" agar bisa diangkat menjadi PNS karena faktor kesejahteraan.

Dalam pengumuman palsu itu tertera adanya kesempatan pegawai honorer alias Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk bisa menjadi PNS tanpa harus mengikuti tes. Secara spesifik pengumuman palsu itu ditujukan kepada tenaga honorer guru, administrasi, tenaga kesehatan, dan tenaga penyuluh.

Surat itu direkayasa agar terlihat semirip mungkin dengan pengumuman asli, seperti dengan mencantumkan nomor dan tandatangan dari MenPAN-RB Tjahjo. Selain itu peserta juga diminta untuk mengonfirmasi langsung ke Direktur Pengadaan dan Kepangkatan PNS BKN Pusat Jakarta, Drs Muh Iqbal, sang penipu pun mencantumkan nomor ponsel pejabat terkait.

Menanggapi surat yang beredar viral itu, pihak KemenPAN-RB pun angkat bicara. Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik KemenPAN-RB, Andi Rahadian, menegaskan bahwa pengumuman itu palsu.

"Pengumuman tersebut tidak berasal dari Kementerian PAN-RB dan sudah dipastikan palsu," ujar Andi di Jakarta, Sabtu (18/1). "Untuk pengangkatan CPNS juga harus melalui tahapan seleksi CPNS."

Andi pun menegaskan surat palsu semacam ini sudah sering beredar di kalangan masyarakat, terutama ketika masa seleksi berlangsung. Kendati pemerintah sebisa mungkin menghalau berbagai informasi hoaks yang mungkin beredar, Andi tetap mengimbau agar masyarakat lebih selektif. Andi juga mengimbau agar masyarakat proaktif mengonfirmasi kebenaran informasi yang diterima kepada KemenPAN-RB.

You can share this post!

Related Posts