Menteri PPPA Ikut Buka Suara Soal Siswi SMP Tewas Yang Diduga Bunuh Diri
Nasional

Peristiwa meninggalnya seorang siswi pelajar SMP negeri 147 Jakarta Timur belum lama ini cukup menyita perhatian publik. Siswa tersebut diduga meninggal karena bunuh diri.

WowKeren - Tragedi meninggalnya seorang siswi SMP Negeri 147 Ciracas Jakarta Timur menyita perhatian publik. Pasalnya, siswi tersebut diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 4 gedung sekolahnya.

Adapun insiden tersebut terjadi pada Selasa (14/1). Siswi berusia 14 tahun tersebut juga sempat dirawat selama 2 hari di rumah sakit Polri Kramat Jati, Jaktim, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (16/1) sore.


Peristiwa ini rupanya ikut menarik perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga. Bintang menyampaikan duka cita atas meninggalnya SN. Ia menuturkan bahwa kejadian ini seharusnya bisa menjadi peringatan bagi guru maupun orang tua, untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka.

"Kasus meninggalnya SN yang saat ini masih diduga bunuh diri merupakan alarm bagi kita semua," kata Bintang melalui keterangan tertulis, Minggu (19/1). "Baik itu orangtua, guru dan lingkungan sebaya untuk lebih memperhatikan buah hati dan anak-anak di sekeliling kita."

Ia menuturkan bahwa kepergian SN merupakan kabar duka bagi Indonesia yang mana ironisnya, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah. "Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan tegar."

Kabar meninggalnya SN di lingkungan sekolah yang diduga karena kasus bunuh diri ini cukup menyita perhatian publik hingga menjadi pembicaraan di media sosial. Isu yang berkembang menyebut bahwa SN merupakan korban dari perundungan teman-teman sekolahnya.

Bintang mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan waktu bagi pihak kepolisian yang tengah menyelidiki kasus ini guna memastikan penyebab meninggalnya SN. Ia meminta agar masyarakat tidak terburu-buru berspekulasi menyimpulkan bahwa penyebab meninggalnya SN karena perundungan.

"Kita serahkan dan mendukung proses penyelidikan kepada aparat kepolisian untuk bisa memastikan penyebab dari meninggalnya korban," jelas Bintang. "Berikan kesempatan aparat kepolisian mengumpulkan keterangan dari para saksi."

Bintang menegaskan bahwa pihaknya akan terus melihat perkembangan kasus ini. Jika polisi sudah menyatakan kesimpulan resmi terkait penyebab meninggalnya SN, maka pihaknya akan menindaklanjutinya dengan kebijakan perlindungan anak.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts