Rapat Umum Pemegang Saham Digelar Hari Ini, Berikut Sederet Calon Kuat Bos Garuda Indonesia
AFP/Romeo Gacad
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ini akan mengesahkan pengganti petinggi Garuda yang sebelumnya telah dicopot oleh Menteri BUMN Erick Thohir, termasuk sang Direktur Utama.

WowKeren - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) digelar pada Rabu (22/1) hari ini. RUPSLB ini akan mengesahkan pengganti para mantan petinggi Garuda yang sebelumnya telah dicopot oleh Menteri BUMN Erick Thohir, termasuk Direktur Utama.

Sebagai pengingat, Erick sebelumnya mencopot sejumlah petinggi Garuda Indonesia, termasuk Dirut Ari Askhara, usai terbukanya skandal penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton beberapa waktu lalu. Erick hanya menyisakan 2 pimpinan Garuda Indonesia yang kini dibantu oleh pelaksana tugas sementara untuk menjalankan perusahaan.


Rapat ini akan digelar di kantor pusat perusahaan di Cengkareng, Jakarta. Dilansir Kumparan, berikut sejumlah nama yang diprediksi menjadi calon kuat jajaran komisaris dan direksi baru Garuda Indonesia.

Yang pertama ada mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf. Nama Triawan ramai disebut-sebut sebagai calon Komisaris Utama Garuda Indonesia.

Kala ditanyai mengenai hal tersebut, Triawan mengaku belum tahu apa-apa. "Amiin. (Tapi) saya juga enggak tahu," tutur Triawan dilansir Kumparan, Selasa (21/1).

Lalu, ada mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI, Irfan Setiaputra. Ia disebut-sebut merupakan calon terkuat untuk mengisi posisi Dirut Garuda Indonesia.

Irfan bahkan membenarkan bahwa dirinya telah dipanggil oleh Menteri Erick. "Masih yang umum-umum saja. Tapi pastinya enggak ngomongin Anda," jawab Irfan kala ditanyai mengenai topik pembicaraannya dengan Erick.

Selain Irfan, ada beberapa nama calon Dirut Garuda lain yang sempat mencuat. Mereka adalah Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dan juga Dirut Citilink Juliandra Nurtjahjo.

Sementara itu, Menteri Erick sendiri sebenarnya telah menunjuk jajaran direksi dan komisaris Garuda Indonesia yang baru terlebih dahulu. RUPSLB yang digelar hari ini hanya untuk pengesahan saja.

"Garuda itu perusahaan Tbk jadi tentu prosesnya harus melalui RUPSLB, (kalau) saya ngomong dibilang melanggar," ujar Erick di Kementerian BUMN pada Jumat (10/1). "Mohon maaf kadang-kadang kita sebagai pemegang saham ingin memastikan figur-figur yang diberikan ini figur yang tepat."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts