Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Misan Samsuri menyatakan akan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut pada Ombudsman yang kini tengah melakukan penyelidikan.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 27 Januari 2020 - 14:08 WIB
WowKeren - Direktur Utama TransJakarta yang baru, Donny Andy S Saragih, disebut-sebut merupakan terpidana kasus penipuan. Menanggapi hal ini, DPRD DKI Jakarta meminta agar Gubernur Anies Baswedan segera mencopot Dirut baru tersebut.
"Good Governance," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Misan Samsuri dilansir Detik, Senin (27/1). "Harus menjadi prinsip bagi Gubernur dalam menunjuk orang-orang yang dipercayakan memegang amanah publik."
Misan akan mengecek kepastian informasi Donny terpidana kepada Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya yang sedang menyelidiki. Jika nantinya memang benar terbukti maka Pemprov harus mengambil alangkah tegas dengan mencopot Dirut TransJakarta tersebut.
"Hemat saya, Ombudsman harus memperjelas informasi tersebut," jelas Misan. "Jika kemudian benar adanya sebaiknya Pak Gubernur menunjuk direktur baru yang relatif tak bermasalah di masa lalu dan berprestasi di masa depan."
Ombudsman sebelumnya telah meminta Anies untuk meninjau kembali penunjukan Donny Andy S Saragih sebagai Direktur Utama TransJakarta. Pasalnya, ada indikasi dugaan maladministrasi dalam penunjukan tersebut. Untuk itu, Ombudsman saat ini tengah menyelidiki kebenaran kasus tersebut.
"Ada dugaan maladministrasi. Karena yang bersangkutan sih sebenarnya dia menjadi terpidana untuk kasus penipuan," kata Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho masih dilansir Detik. "Sedang kami dalami sekarang kasusnya itu."
Merujuk pada Pergub Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi Badan Usaha Milik Daerah dan Perusahaan Patungan, Teguh menilai bahwa Anies tak seharusnya menunjuk Donny untuk menggantikan Dirut sebelumnya. "Karena kan syarat untuk menjadi pimpinan BUMD itu kan, dia tidak boleh dalam waktu lima tahun ke belakang sebelum dia diangkat itu terlibat dalam kasus terpidana. Nah, kami akan memastikan itu dulu," ujarnya.
(wk/zodi)