Postingan soal tempat parkir 'khusus' di Batubara, Sumatera Utara tengah menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Merespon hal tersebut, Kementerian Agama Sumut pun buka suara.
- Nidya Putri
- Senin, 27 Januari 2020 - 15:23 WIB
WowKeren - Pengguna media sosial kembali dikejutkan oleh postingan yang memperlihatkan adanya tempat parkir "khusus" yang berada di Sumatera Utara (Sumut). Postingan tersebut memperlihatkan foto seorang pria yang tengah berdiri di depan sebuah papan pengumuman tempat parkir "khusus" yang hanya digunakan oleh umat Muslim yang berlokasi di Batubara, Sumut.
Tak sampai di situ, postingan tersebut juga diberikan keterangan bernada sarkas yang kurang lebih menyatakan ketidak setujuan si pengunggah terhadap adanya rambu-rambu parkir tersebut.
"Bapak, Ibu dan saudara-saudaraku. Sudahkah kendaraanmu dibaptis?" tulis si pemilik postingan. "Maaf, tidak boleh parkir di tempat ini. Untuk tempat ibadah kepercayaan lain di mana pun berada, ide ini sebaiknya dicontoh."
Sontak saja postingan tersebut mengundang krtikan dari sejumlah warganet. Tak sedikit yang menyayangkan informasi pengkhususan lokasi parkir yang termuat dalam unggahan tersebut.
"Toleransinya mana" ujar Risman Rifai. "Bahkan kendaraan pun harus punya agama" celetuk Vivi Veronika.
"Hoax, hati-hati ada undang2 IT," sanggah Romy Ardhy. "Wajarlah kalau itu parkir masjid, tapi tidak etis," tambah Fauzan.
Menanggapi permasalah tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batubara mengatakan masalah ini sudah ditindaklanjuti. Diketahui, papan yang berisi tulisan parkir "khusus" tersebut ternyata berlokasi di Masjid Jami' Al-Ridha, Limapuluh, Batubara.
Menurut Kepala Kantor Kemenag Batubara, Ahmad Sofian, papan kayu tersebut telah diganti. "Iya betul dan sudah ditindaklanjuti," ujar Sofian, Senin (27/1).
Lebih lanjut, ia mengatakan jika pihaknya tengah berkoordinasi dengan kepolisian terkait papan itu. Dia mengimbau agar tidak ada lagi papan serupa agar peristiwa yang sama tidak muncul lagi.
(wk/nidy)