Wapres Ma'ruf Amin Dinilai Cuma 'Jago Kandang' Dalam 100 Hari Kerja Jokowi
Nasional

Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas menilai bahwa Ma'ruf Amin sedang berada dalam tahap adaptasi sebagai Wapres di 3 bulan pertamanya.

WowKeren - Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin telah genap 100 hari menduduki jabatan Presiden dan Wakil Presiden. Sejumlah catatan mengenai kinerja Jokowi dan Ma'ruf pun diberikan oleh berbagai pihak.

Sebagai Wakil Presiden, peran Ma'ruf dinilai nyaris tak terlihat. Diketahui, Ma'ruf langsung pergi ke Jepang untuk menghadiri penobatan Kaisar Naruhito usai dilantik sebagai Wapres pada 20 Oktober 2019 lalu.


Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas lantas menilai bahwa Ma'ruf sedang berada dalam tahap adaptasi sebagai Wapres di 3 bulan pertamanya. Ia juga menilai bahwa Ma'ruf telah memposisikan diri di pemerintahan secara wajar.

Meski demikian, Ma'ruf disebut Abbas kurang berani tampil di forum negara Islam seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam 100 hari kerja pertamanya. Ma'ruf yang juga merupakan Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinilai Abbas dapat membawa Indonesia ke dalam posisi penting. "Ini Kiai Ma'ruf bahkan di pertemuan KTT (KL Summit 2019) juga tidak bisa hadir di Malaysia," ujar Abbas dilansir CNN Indonesia pada Selasa (28/1).

Sejauh ini, tutur Abbas, masih belum terlihat sesuatu yang membanggakan dari kinerja Ma'ruf sebagai Wapres dengan latar belakang Nahdlatul Ulama (NU) dan MUI. Ma'ruf dinilai harusnya dapat mengambil kesempatan untuk membuat Indonesia dihormati di kalangan negara-negara Islam lainnya karena posisi strategis RI di forum OKI.

"Indonesia negara yang sangat penting di OKI, dengan penduduk mayoritas, dengan peran politik yang sangat strategis," tutur Abbas. "Harusnya Kiai Ma'ruf mengambil kesempatan kepemimpinan itu, sejauh ini belum."

Lebih lanjut, Abbas, berharap agar Ma'ruf bisa lebih percaya diri untuk mengambil peran strategis di kalangan dunia Islam. Ia juga berharap agar Ma'ruf tidak hanya sekadar jago kandang di Indonesia, namun juga bisa berperan di tingkat internasional.

"Dugaan saya, kalau Kiai Ma'ruf tidak mampu itu, memang kapasitasnya hanya jago kandang di lingkungan Indonesia saja. Belum bisa keluar," pungkas Abbas. "Padahal kesempatan dia itu mantan Ketua MUI, mantan Rais Aam NU, mestinya bisa bermain di level internasional."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts