Air Danau Batur di Bali Berubah Hijau, Warga Diimbau Tak Konsumsi
Nasional

Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana mengatakan bahwa perubahan warna tersebut berkaitan dengan aspek meteorologi, mengingat saat ini adalah musim peralihan ke musim hujan.

WowKeren - Air Danau Batur, Kintamani, Bali berubah warna menjadi kehijauan. Adapun fenomena perubahan tersebut bukan disebabkan karena adanya aktivitas vulkanik, mengingat lokasi danau ini yang berada di kawasan Gunung Batur.

"Memang itu kemarin ada laporan bahwa Danau Batur itu berubah warna, kalau menurut pengalaman kami secara aktivitas bahwa vulkanik Gunung Batur itu masih normal aktivitasnya," kata Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana dilansir Detik, Selasa (28/1). "Jadi tidak ada peningkatan aktivitas."

Syahbana mengatakan bahwa perubahan warna tersebut berkaitan dengan aspek meteorologi, mengingat saat ini adalah musim peralihan ke musim hujan. "Oleh karena itu kita berkesimpulan bahwa ada perubahan warna di Danau Batur itu lebih berkaitan pada aspek meteorologi dalam artian sekarang kan sedang transisi ke musim hujan," jelas Syahbana.


Adapun perubahan warna pada danau tersebut diketahui sejak ada laporan dari warga pada Senin (27/1). Perubahan warna seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Syahbana menyebut bahwa fenomena semacam ini kerap terjadi. "Jadi di Danau Batur ini kalau kita lihat history ke belakang perubahan warna ini bukan terjadi pertama kali ini juga pernah terjadi sebelumnya, boleh dibilang fenomena tahunan," katanya.

Ia mengimbau agar warga untuk saat ini tidak dulu menggunakan air dari Danau Batur tersebut, baik untuk konsumsi maupun mandi. "Untuk airnya yang jelas kalau berubah warna seperti ini, sebaiknya tidak dikonsumsi," imbuhnya.

Syahbana menjelaskan bahwa Danau Batur merupakan danau vulkanik dimana di dasar danau terdapat aktivitas vulkanik berupa semburan belerang. Belerang-belerang ini akan mengendap di dasar jika dalam keadaan normal. Namun ketika hujan mulai turun suhu di permukaan danau menjadi lebih dingin.

"Ketika musim hujan atau peningkatan curah hujan, akhirnya suhu di permukaan danau lebih dingin," kata Syahbana. "Nah, ini arus konveksi. Air yang di bawah ke atas dan atas ke bawah. Akhirnya terjadi overturn atau pertukaran."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait