Setneg Sebut Revitalisasi Monas Beda Jauh Dengan Hasil Desain Sayembara
Nasional

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengatakan jika revitalisasi Monas saat ini berbeda jauh dengan hasil desain dari pemenang lomba sayembara.

WowKeren - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menanggapi proyek revitalisasi Monas yang masih dilakukan saat ini. Kemensetneg menyebutkan jika proses revitalisasi Monas sangat berbeda jauh dengan hasil desain dari pemenang lomba sayembara.

Menurut Kemensetneg, desain pemenang lomba tersebut memiliki konsep konservasi terhadap alam sehingga berbeda dari hasil detail engineering design (DED) yang menjadi panduan revitalisasi Monas saat ini. "Jauh berbeda, pemenang hasil desain pemenang sayembara itu berbeda dengan DED yang menjadi dasar pembangunan sekarang ini," kata Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama, kepada wartawan Rabu (29/1).

Sebagai contoh, Setya lantas menjelaskan perbedaan hasil sayembara dengan desain revitalisasi Monas saat ini. Diantaranya adalah adanya beton yang melebar sehingga memotong pohon-pohon yang ada.

"Jauh dari sayembara karena sayembara itu di sana," jelas Setya. "Saya masih ingat betul tidak ada beton membeton yang kemudian melebar ke kanan kiri sehingga harus mencabut atau memotong pohon-pohon, nggak ada."


"Jadi memang kan diwajibkan untuk membuat plaza upacara, setiap peserta sayembara diwajibkan untuk membuat itu," sambungnya. "Tetapi dalam desainnya nggak ada kemudian melebar ke kanan kiri, hanya persis yang di conblock itu."

Setya juga turut memberikan klarifikasi terkait keterlibatan Setneg dalam sayembara desain tersebut. Ia mengaku memang ada undangan untuk menjadi juri sayembara dalam desain revitalisasi Monas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Perlu kami sampaikan bahwa memang kita dikirimi permohonan, surat permohonan, undangan untuk menjadi juri dalam sayembara itu, undangannya itu 18 Desember (2018), yang diundang menteri," ujar Setya. "Yang ngundang kepala unit pengelola kawasan Monas, di sana ada tujuan dari sayembara itu."

"(Tujuannya) bahwa hasil sayembara akan menjadi masukan penyusunan perencanaan dan pedoman pembangunan kawasan Medan Merdeka, kemudian dilampirkan KAK, kerangka acuan kerja," sambungnya. "Di sana lebih jelas lagi bahwa tujuan penyelenggaraan adalah mendapatkan ide, gagasan dan konsep rancangan pelaksanaan penataan rencana tata kawasan Medan Merdeka."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait