Puluhan kucing di Karanganyar mati secara mendadak selama sepekan terakhir. Tercatat 27 ekor kucing meninggal sehingga membuat para warga was-was, apakah peliharaan mereka terkena wabah virus berbahaya.
- Nidya Putri
- Kamis, 30 Januari 2020 - 14:59 WIB
WowKeren - Puluhan kucing di Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar mati dalam waktu sepekan. Hingga Rabu (29/1) diketahui ada sebanyak 27 ekor kucing yang mati.
"Yang terdata ada 27 kucing. Kucing-kucing itu milik enam orang warga," kata Kepala Desa Jaten, Harga Satata dilansir detikcom, Kamis (30/1). Kucing-kucing tersebut tersebar di lima RT di wilayahnya.
Curiga dengan "wabah" ini, Harga pun melaporkan tentang kematian kucing-kucing ini kepada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar. Tim dari Pemkab Karanganyar lalu datang untuk mendata dan mengobservasi kucing-kucing yang sakit di wilayah tersebut.
Harga mengungkap jika kucing-kucing yang mati itu terindikasi virus distemper. Dari keterangan petugas mengatakan jika virus ini hanya menular antar hewan dan tidak menular ke manusia. Karenanya, mereka mengimbau agar masyarakat tidak panik.
"Virus itu hanya menular antara hewan satu ke hewan lain. Jadi masyarakat diharapkan tenang," terangnya. "Bagi pemilik kucing diharapkan segera divaksin."
Sebelumnya, seorang warga RT 02 RW 02, Ludiyanto, mengatakan lima kucing miliknya mati. Awalnya induk kucing miliknya mati, lalu disusul kucing-kucing miliknya yang lain.
"Sempat saya bawa ke klinik, tapi tidak tertolong," kata Ludiyanto. Kemudian, dua kucing lainnya mati dalam jarak waktu satu hari. Yang terakhir, dia sempat membawa ke klinik dan dirawat selama dua hari.
Sementara itu, Pecinta kucing sekaligus pendiri Rumah Difabel Meong di Solo, Ning Hening mengatakan kondisi kucing-kucing mati saat ini bisa disebut wajar karena memang sedang musim virus. "Memang Desember-Maret itu musim virus buat kucing. Saya mendapat keluhan seperti itu merata di Solo Raya, tidak hanya di Karanganyar," kata Ning, Kamis (30/1).
Virus yang kerap menyerang kucing di musim ekstrem seperti ini, antara lain panleukopenia atau distemper, calici dan rhino. Sedangkan penyakit yang menyerang ialah flu dan diare. "Ini virus yang cukup ganas untuk kucing. Tapi sudah dipastikan tidak menular kepada manusia," tegasnya.
(wk/nidy)