Desa Sempol, Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur diterjang banjir bandang pada Rabu (29/1). Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta agar jajarannya cepat bertindak dalam penanganan pasca banjir di desa tersebut.
- Nidya Putri
- Kamis, 30 Januari 2020 - 16:14 WIB
WowKeren - Desa Sempol yang berada di sekitar kawasan Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, diterjang banjir bandang pada Rabu (29/1). Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Bondowoso untuk menyiapkan langkah penanganan pasca banjir tersebut.
"Saya koordinasi langsung dengan Bupati Bondowoso," ungkap Khofifah, Kamis (30/1). "Saya juga meminta kepada BPBD dan OPD terkait langsung turun gerak cepat sambil koordinasi dengan OPD Kabupaten Bondowoso untuk mengambil langkah cepat mengatasi segala hal yang disebabkan akibat banjir bandang dengan menyiagakan tim selama 24 jam penuh."
Lebih lanjut, ia juga mengatakan akan turun langsung untuk memastikan proses penanganan berlangsung. "Saya juga turun langsung pagi ini memastikan proses penanganan pasca banjir bandang ini," sambungnya.
Menurut mantan Menteri Sosial (Mensos) ini, pihak BPBD melalui Reaksi Cepat (TRC) dibantu kepolisian, TNI, relawan dan instansi terkait masih melakukan pendataan, evakuasi dan penanganan darurat.
"Dari laporan BPBD masyarakat yang terdampak telah dievakuasi ke lokasi aman, di rumah-rumah penduduk yang aman," paparnya. "Berbagai elemen instansi pemerintah, TNI, Polri dan relawan bergotong royong membersihkan lingkungan yang terdampak banjir bandang."
Sementara itu, para warga desa Sempol, Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur pada Kamis (30/1) terlihat membersihkan material lumpur dan kayu yang menutupi rumah - rumah mereka. Alimudin, salah seorang warga Desa Kalisat mengaku sejumlah perabotan rumah tangganya terendam banjir lumpur yang menerjang desanya.
"Perabotan rumah kursi, kasur, lemari terendam lumpur," ujarnya. "Ada kayu - kayu besar juga yang terbawa masuk ke rumah."
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana ini menyebabkan 5 rumah rusak berat dan merendam 214 unit hunian lainnya. Tak hanya itu, ratusan warga juga terpaksa untuk mengungsi di tempat yang lebih aman.
(wk/nidy)