Sering 'Mules' Waktu Pilpres 2019, Ada Apa Dengan Sri Mulyani?
Nasional

Dalam acara Laporan Bank Dunia di Energy Buliding, Jakarta, Kamis (30/1), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku kerap 'mules' pada saat Pilpres 2019 lalu. Kira-kira kenapa ya?

WowKeren - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 meninggalkan banyak kenangan. Pasalnya, ia kerap mengalami sakit perut alias mues karena mendengar janji-janji yang disampaikan para pasangan capres dan cawapres.

'Curhatan' Sri Mulyani ini disampaikannya dalam acara laporan Bank Dunia di Energy Building, Jakarta, Kamis (30/1). "Saya sakit perut terus, duh menjanjikan apalagi ini. Janji ini, janji itu," ujarnya.

Seperti yang diketahui, Pilpres 2019 diikuti oleh dua pasangan yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subinato-Sandiaga Uno. Kontes politik itu dimenangkan oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sri Mulyani mengaku lantaran mendengar janji-janji yang tentu membutuhkan anggaran negara. Hal itu tentu akan menjadi tanggung jawab Kementerian Keuangan.

Dan kekhawatiran tersebut akhirnya menjadi kenyataan setelah Sri Mulyani kembali terpilih menjadi Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Ia pun harus memutar otak menyiapkan anggaran untuk program-program yang telah dijanjikan. "Setelah election selesai, bill-nya datang banyak banget," tuturnya.


Salah satu yang menjadi PR besar mantan Pelaksana Bank Dunia itu adalah program Kartu Pra Kerja. Program ini dipersiapkan dengan anggaran Rp 10 triliun yang akan disalurkan kepada 2 juta orang.

"Saya tanya duh bagaimana nih pak (Jokowi)?," kata Sri Mulyani. Karena pada dasarnya, ia kebingunan untuk nenerapkan program tersebut.

Meski begitu, Presiden Jokowi hanya mengucapkan pernyataan yang menenangkan kepada Sri Mulyani. "Sudah, kita pikirin nanti aja. Itu campaign-nya bagus itu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sri Mulyani juga sempat mengungkapkan pengalamannya saat menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia yang pernah dipermalukan oleh Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim terkait kasus stunting di Indonesia.

"Presiden Bank Dunia itu dokter. Dia (Jim Yong Kim) bilang 'your country is top rank of stunting'," kata Menkeu. "Itu baru dua tahun di Bank Dunia. Saya baru tahu Indonesia menghadapi persoalan itu. Saya dipermalukan terus oleh Bank Dunia. Managing Director Bank Dunia, specifically dia mempermalukan saya untuk itu."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait