Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid mengklaim jika partainya turut berperan besar dalam pengevakuasian ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Wuhan, Tiongkok.
- Nidya Putri
- Rabu, 05 Februari 2020 - 10:55 WIB
WowKeren - Pemerintah RI telah mengevakuasi 238 warga negara Indonesia (WNI) dari kota Wuhan, Tiongkok pada Minggu (2/2). Para WNI tersebut lantas dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau selama 14 hari untuk dipastikan tidak terkena virus Corona sebelum dipulangkan ke kampung halaman.
Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan jika partainya tersebut berperan besar dalam evakuasi tersebut. Pasalnya, PKS mengingatkan pemerintah terkait evakuasi WNI dari Kota Wuhan, Tiongkok yang menjadi sumber penyebaran virus berbahaya tersebut.
"Semula tidak ada opsi pemerintah melakukan evakuasi. Tegas disampaikan Menko Polhukam," ujar Hidayat dalam peluncuran buku 'Kami Oposisi' karya politikus PKS Mardani Ali Sera, di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2). "Bahkan sebelumnya ada yang mengatakan sudah mengirimkan logistik dan masker. Bahkan Pak Jokowi sempat menyampaikan bagaimana evakuasi, karena itu dikunci."
Ia kemudian mengatakan jika PKS yang mengingatkan pemerintah agar melaksanakan tugas yang tertuang dalam UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia. "Kami Fraksi PKS dengan sangat terbuka menyampaikan kritik. Mengingatkan Indonesia agar melaksanakan UUD," tuturnya.
Apalagi dalam UU tentang Hubungan Luar Negeri juga mengatur bahwa negara mesti memulangkan WNI yang dalam kondisi darurat di suatu negara. Hidayat pun mengaku sempat heran dengan alasan-alasan yang diungkapkan pemerintah untuk menunda pemulangan WNI dari Wuhan.
"Masa AS yang katanya musuh dagang china diperbolehkan evakuasi, tapi Indonesia yang katanya sahabat China tidak diizinkan," pungkasnya. "Alhamdulillah melalui beragam kritik, Pak Jokowi melakukan evakuasi."
Sementara itu, baru diketahui dari total 238 orang yang dievakuasi oleh pemerintah, terdapat satu warga negara asing (WNA) yang kini tengah diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau. Menurut data dari Kemenlu, WNA itu merupakan suami dari salah satu WNI yang kini menjalani karantina di Natuna.
"Saya tidak tahu dari mana, yang pasti bukan orang China," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah. "Ya sama lah. Masa mau dibedakan."
(wk/nidy)