Rekening milik wartawan senior Ilham Bintang dibobol dengan modus penipuan 'SIM Swap Fraud'. Ilham pun menjadi korban pertama yang melaporkan kejahatan ini ke kepolisian.
- Elvariza Opita
- Rabu, 05 Februari 2020 - 15:32 WIB
WowKeren - Baru-baru ini modus baru kejahatan pembobolan rekening sedang menyita perhatian banyak pihak. Adalah wartawan senior, Ilham Bintang, yang harus mengalami kejadian tak mengenakkan tersebut.
Bergulir selama beberapa waktu sejak dilaporkan, kekinian pihak Polda Metro Jaya ternyata sudah berhasil menangkap para tersangkanya. Adalah Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang berhasil menciduk kedelapan tersangka tersebut.
Disampaikan dalam konferensi pers oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, rupanya kedelapan tersangka ini bergabung dalam sebuah sindikat penipuan. Berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, kedelapan tersangka itu adalah D, H, H, R, T, W, J, dan A.
"Menangkap delapan pelaku yang salah satunya D, merupakan otak dari tindak pidana ini," jelas Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/2). "D ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan."
Saat penangkapan itu sejumlah barang bukti juga ikut diamankan, termasuk diantaranya senjata api di kediaman D. Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, diketahui bahwa D memilki beberapa jaringan penipuan di daerah lain.
"Tersangka D selain mempunyai jaringan di Jakarta, dia mempunyai jaringan yang lain," ungkap Yusri, seperti dilansir dari laman Kompas. "Sudah ada beberapa korban, masih kami dalami."
Di sisi lain, kejahatan SIM Swap Fraud semacam ini ternyata baru pertama kali dilaporkan di Indonesia. Modusnya adalah pelaku berusaha untuk mengelabui korban sehingga memberikan identitas pribadi guna mengakses mobile banking-nya dan melakukan transaksi ilegal.
"Kejahatan 'SIM Swap Fraud" ini utamanya membobol rekening bank korban lewat aplikasi mobile banking," ujar CEO dan Chief Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah, dilansir dari CNN Indonesia. "Kejahatan ini jelas bukan salah petugas operator."
Menurut Ruby, setidaknya ada tiga tahapan yang dilakukan penipu untuk bisa mengeksekusi rencana ini. Ketiganya pun harus dilakukan secepat dan serapi mungkin.
(wk/elva)