WNI yang positif terjangkit virus Corona akan tetap menjalani karantina dan perawatan di Singapura. Namun, Kemendag RI memastikan jika pemerintah Negeri Singa itu bakal menanggung seluruh biayanya.
- Nidya Putri
- Kamis, 06 Februari 2020 - 09:11 WIB
WowKeren - Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Singapura dinyatakan postif terjangkit virus Corona. Namun, WNI tersebut masih akan tetap menjalani masa karantinanya di Singapura lebih tepatnya di Rumah Sakit Umum Singapura (SGH).
Hal ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI. Pelaksana juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah mengatakan Singapura akan menanggung seluruh biaya perawatan warga Indonesia tersebut sampai dapat dipastikan sembuh.
"Saat ini yang bisa kami pastikan adalah pihak Singapura akan memastikan yang bersangkutan sehat kembali dan selama proses itu berjalan pihak Singapura akan menanggung biaya yang dikeluarkan di masa perawatan yang bersangkutan," kata Faizasyah, Rabu (5/2).
Meski begitu, Faizasyah mengatakan jika hingga saat ini pihak KBRI belum bisa menemui WNI tersebut lantaran masih diisolasi. Pemerintah juga belum bisa mengetahui identitas WNI tersebut.
Ia kemudian mengaku jika pemerintah hingga kini masih belum memberitahu keluarga WNI tersebut terkait kondisinya. "Ini adalah satu kondisi di mana pihak Singapura tidak bisa mengeluarkan data terkait yang bersangkutan, atas ketentuan setempat yang mengharuskan mereka memegang informasi tersebut," terangnya. "Jadi saat ini kami belum mengetahui pasti (identitas TKI), belum bisa mengomunikasikan juga ke keluarga."
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jika pemerintah masih belum berencana untuk memulangkan WNI yang positif terinfeksi virus Corona itu ke Tanah Air. Menurutnya perawatan WNI tersebut masih menjadi kewenangan otoritas Singapura.
"Yang di sana biar dirampungkan oleh Singapura terlebih dulu," ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2). Ia lantas bersyukur karena hingga saat ini warga di Indonesia masih belum ada yang terjangkit virus yang telah memakan lebih dari 400 nyawa tersebut.
(wk/nidy)