Menkominfo Ralat Proyek 'Merdeka Sinyal 2020' Era Rudiantara, Ganti dengan Ini
Instagram/johnnyplate
Nasional

Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak yakin jika Indonesia bisa merdeka sinyal tahun ini. Pasalnya, infrastruktur telekomunikasi yang ada saat ini belum dapat menjangkau semua wilayah.

WowKeren - Pemerintah berkomitmen agar internet bisa tersambung di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan proyek Palapa Ring pun dikebut hingga berhasil rampung sejak tahun lalu.

Meski demikian, Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak yakin jika Indonesia bisa merdeka sinyal tahun ini. Pasalnya, infrastruktur telekomunikasi yang ada saat ini belum dapat menjangkau semua kecamatan dan desa di seluruh wilayah RI. Sedangkan merdeka sinyal artinya semua wilayah harus terjangkau oleh sinyal.


"Secara realistis, merdeka sinyal diartikan semua wilayah Tanah Air dan menjangkau seluruh rakyat," kata Menkominfo Johnny Plate di Gedung DPR, Rabu (5/2). "Tidak mungkin di tahun ini."

Sehingga menurutnya, program Merdeka Sinyal 2020 yang sempat dicanangkan saat era Kominfo Sebelumnya, Rudiantara, perlu dikoreksi. Program Indonesia Merdeka Sinyal sendiri awalnya dicanangkan untuk membangun jaringan backbone serta optik nasional yang menghubungkan 514 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Namun, Merdeka Sinyal 2020 yang dibuat melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo, tidak bertujuan demi terciptanya kelancaran akses internet namun hanya memiliki tujuan penyebaran sinyal untuk layanan telekomunikasi seperti SMS dan telepon.

Sehingga menurut Johnny, angka 2020 pada program tersebut perlu dihilangkan. Sebab, jika berpatok pada aksesibilitas penyebaran pembangunan menara BTS maka target pemerintah sebenarnya sudah tercapai.

"Pemerintah, saya (sebagai pemerintah), tentu mengusulkan merdeka sinyal menjadi perjuangan bersama kita," ujar Johnny. "Tahun 2020 yang membatasi satu kurun waktu (itu), kita hapus."

Dengan dihapusnya angka 2020 itu, artinya program pemerintahan akan terus berlanjut untuk menghadirkan sinyal di seluruh pelosok negeri. Yang mana, hal itu akan dilakukan melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi secara berkesinambungan.

Lebih lanjut, Johnny menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya memerdekakan sinyal tak hanya terbatas di lingkup kabupaten namun hingga ke wilayah terdekat. "Yang tidak terbatas hanya sampai tahun 2024, tapi beyond 2024," pungkasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts