Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar menilai konspirasi politik yang dilakukan Andre justru merusak citra perhotelan maupun pariwisata di Sumatera Barat.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 07 Februari 2020 - 10:16 WIB
WowKeren - Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade tengah ramai diperbincangkan terkait soal penggerebekan PSK di Padang, Sumatera Barat. Langkahnya ini pun mendapat sorotan dari sejumlah pihak.
Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar menilai konspirasi politik yang dilakukan Andre justru merusak citra perhotelan di Sumatera Barat. Ketua PHRI Sumbar Maulana Yusran menganggap bahwa apa yang dilakukan Andre mampu merusak pariwisata di Sumbar.
Ia menegaskan bahwa Andre telah berbuat tidak sesuai aturan. Menurut pengakuan Andre, ia menyebut bahwa politikus Gerindra tersebut menerima laporan dari masyarakat tentang adanya aktivitas prostitusi. Namun menurutnya sebagai anggota DPR Andre tidak seharusnya melakukan itu.
"Kami diobrak-abrik demi konspirasi politiknya. Andre selalu beralasan konstituennya terbesar di sini (Padang), katanya dapat laporan dari masyarakat maka dia merasa punya kewajiban untuk memberantas prostitusi, sampai sini poinnya baik, saya setuju," jelas Maulana dilansir Covesia, Jumat (7/2). "Namun Andre melakukannya tidak sesuai tatanan yang ada. Dia (anggota) DPR tentu dia tahu aturannya."
Lebih jauh, Maulana merasa dirinya telah dimanfaatkan oleh Andre demi kepentingan politiknya. Alhasil, nama baik hotel juga menjadi ikut terdampak. Ia menyayangkan langkah yang diambil oleh Andre tersebut tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak hotel. Ia pun mempertanyakan kejanggalan itu.
"Kami di sini hotel, hotel juga masyarakat kan? faktanya kami malah dirugikan," tegas Maulana. "Kalau mau gerebek koordinasi dulu dengan kami. Ini yang saya sayangkan. Biasanya Polisi melakukan penggerebekan selalu berkoordinasi dengan kami, tapi kali ini tidak. Ini aneh."
Selain itu, ia juga menyayangkan sikap Andre yang seolah-olah mengajak masyarakat untuk menyaksikan penggerebekan. "Foto kamar tersebar dimana-mana ditambah lagi foto wanitanya yang belum menggunakan busana juga, ini tidak benar kalau menurut saya," tambahnya.
Hal serupa juga sempat diutarakan oleh Komisioner Komnas Perempuan Tiasri Wiandani. Tiasri melihat bahwa langkah Andre ini lebih kepada upaya membangun pencitraan, mengingat sebentar lagi ada gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
(wk/zodi)