Bukan Corona, Sejumlah WNI Sakit di Natuna Ternyata Karena Ini
Nasional

Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengungkap alasan sejumlah WNI di Natuna menderita gangguan kesehatan.

WowKeren - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membenarkan informasi sejumlah warga negara Indonesia yang tengah diobservasi di Natuna mengalami gangguan kesehatan. Meski demikian, Kemenkes memastikan jika penyebab mereka sakit bukan karena terjangkit virus corona.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto. Sejumlah WNI memang mengalami sakit seperti gatal-gatal dan juga diare. Achmad meluruskan bahwa penyebab sakit tersebut adalah dari tandon air. Tandon air yang digunakan kemungkinan kurang terjaga kebersihannya sehingga air yang ditampung pun juga ikut kotor.

"Kemarin itu kita baru tahu, ternyata tandon air," kata Achmad dilansir CNN Indonesia, Senin (10/2). "Tandon air bawah tanah itu kan tidak pernah dipakai, begitu volume air yang dibutuhkan tinggi sekali, kita ngisep (air) banyak, ternyata airnya kotor."

Bukan hanya para WNI, para petugas kesehatan pun juga ikut terkena imbas. Meski demikian, Achmad mengklaim bahwa kondisi WNI setelah sepekan menjalani observasi di Natuna semakin membaik.


"Sehat, baik-baik saja, kan sejak datang mereka sehat, orang sehat yang kemudian kita jaga terus agar sehat," lanjut Achmad. "Hari ini tadi saya dapat laporan di sana pagi itu masuk semi final futsal (kegiatan WNI di Natuna)."

Selain itu, para WNI yang tengah menjalani observasi di Lanud Raden Sadjad juga secara rutin menjalani pemeriksaan suhu tubuh. mereka juga aktif melaporkan kondisi kesehatan masing-masing setiap harinya. Adapun pemeriksaan suhu tubuh dilakukan dua kali dalam sehari.

Selain 238 orang, ada pula puluhan orang lainnya yang turut dikarantina. Total jumlah keseluruhan adalah 285 orang yang terdiri dari tim penjemput ke Wuhan serta kru Batik Air.

Achmad menyatakan bahwa sebagian besar WNI yang merupakan mahasiswa, mengeluh soal kuliah mereka di Tiongkok. Achmad mengaku mereka mulai mengkhawatirkan kondisi Provinsi Hubei yang lumpuh akibat wabah virus corona.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait