Patung Ganesha dan Manusia Kerdil Ditemukan di Tasikmalaya, Arkeolog Sebut Ada yang Janggal
Nasional

Arkeolog Balai Arkeologi Jawa Barat Lutfi Yondri menilai ada kejanggalan terkait lokasi penemuan patung ganesha dan manusia kerdil, yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta sejarah.

WowKeren - Arkeolog Balai Arkeologi Jawa Barat Lutfi Yondri mengaku menemukan kejanggalan terkait penemuan patung ganesha dan manusia kerdil di kawasan objek wisata Batu Mahpar, Kampung Tegal Munding, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Sebab untuk memastikan nilai sejarah suatu benda, maka perlu dilihat bahan dan bentuknya.

Dilansir dari Kompas patung tersebut terbuat dari batu cadas yang sangat mudah diubah bentuk. Meski demikian, pihaknya tetap akan mengecek langsung ke lapangan untuk memastikannya.


"Ini cukup menarik," kata Lutfi masih dilansir Kompas. "Saya sudah mendapat berita itu tadi malam, foto-foto itu. Tapi kalau lihat bahannya, itu mudah sekali diubah bentuknya."

Tak hanya di situ saja, kejanggalan lain juga dirasakan terkait lokasi penemuan benda tersebut. Patung ganesha dan benda mirip manusia kerdil tersebut ditemukan di lokasi, yang tidak sesuai dengan fakta sejarah dan pakem arkeologi selama ini.

Dalam masanya, patung jenis manusia dan ganesha memiliki fungsi yang berbeda di masing-masing zaman. Oleh sebab itu, perlu dicurigai jika kedua patung ini justru ditemukan dalam satu lokasi yang berdekatan. Patung manusia kerdil digunakan untuk memuja arwah leluhur sedangkan patung ganesha digunakan sebagai media pemujaan agama Hindu.

"Jika ditemukan patung-patung itu dalam satu lokasi yang berdekatan, jelas ini telah terjadi sebuah kesalahan," tutur Lutfi. "Tidak sesuai dengan pakem arkeologi, baik dalam waktu maupun masa budayanya."

Oleh sebab itu, sangat tidak mungkin jika patung dari masa budaya dan sejarah yang berbeda ditemukan berdekatan. "Saya pikir ini adalah patung yang belum lama dibuat untuk kepentingan pariwisata. Saya pikir yang di Tasik itu bukan benda yang lama," tandasnya.

Lebih lanjut, Lutfi menilai bahwa kedua patung yang ditemukan tidak sesuai dengan ciri-ciri artefak Sunda, meskipun lokasinya berdekatan dengan Gunung Galunggung. "Dikaitkan dengan sejarah kerajaan Sunda dan Galuh juga peninggalannya tidak sama, karena kepercayaannya sudah sendiri kala itu," tambah dia.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts