Pemprov DKI Bakal Sulap Kawasan Tanah Abang Jadi Seperti SCBD, Setuju?
Nasional

Menurut Direktur Pengembangan Pembangunan Sarana Jaya, Indra S Arharrys, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga telah memulai pembenahan beberapa waktu terakhir.

WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyulap kawasan Tanah Abang menjadi serupa dengan kawasan bisnis Sudirman (Sudirman Central Business District/SCBD). Menurut Direktur Pengembangan Pembangunan Sarana Jaya, Indra S Arharrys, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah memulai pembenahan beberapa waktu terakhir.

"Pembangunan Sarana Jaya juga berencana untuk melakukan pengembangan sentra bisnis di Tanah Abang, di mana sentra bisnis yang bernama 'Kawasan Sentra Primer Tanah Abang' akan menyerupai Sudirman Central Business District," tutur Indra di Balai Kota DKI pada Jumat (14/2). "Teman-teman dari Dishub dan dari pemerintah kota sudah memulai pembenahan sepertinya di Tanah Abang."


Indra lantas menjelaskan bahwa kawasan sentra bisnis ini akan berpedoman pada sistem Transit Oriented Development (TOD) yang digalakkan oleh Pemprov DKI. Penjelasan Indra ini juga dibenarkan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Nasrudin Djoko Surjono.

"Kita memang berfokus untuk pembangunan yang berpusat dengan hunian masyarakat, transportasi," terangnya. "Supaya pergerakan masyarakat terfasilitasi."

Lebih lanjut, Nasrudin menyebut bahwa pembangunan ini akan menggaet masyarakat dalam pembangunan. Partisipasi masyarakat pun diharapkan dapat meningkat, dan pemenuhan kebutuhan mereka juga bisa tepat sasaran.

"Jadi kalau dulu warga dipandang sebagai objek, kini mereka dilibatkan dalam pembangunan," ujar Nasrudin. "Melalui pendekatan yang partisipatif dan kolaboratif."

Sementara itu, Pemprov DKI mulai membenahi lokasi sementara (loksem) Pedagang Kaki Lima (PKL) di Stasiun Tanah Abang. Para pedagang yang berada di kawasan Jalan Jati Baru akan dipindahkan ke kawasan Lokasi Binaan (Lokbin) Cempaka Sari dan Pasar Pisang Palmerah.

Selain itu, pedagang juga akan direlokasi ke Blok F Pasar Tanah Abang. Proyek tersebut dilakukan karena akan ada pembebasan lahan dengan total luas mencapai 13,3 hektare yang diprediksi rampung pada 2020.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi sendiri telah menyampaikan rencana pembongkaran loksem PKL di kawasan Tanah Abang. "(Loksem) JP 15 itu akan kami hapus akhir Februari, kami sudah sosialisasi (kepada pedagang)," tutur Irwandi dilansir CNN Indonesia, Senin (10/2).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts