2 Perampok Bersenpi Satroni Toko Emas di Surabaya, Kepala 1 Karyawan Dibacok
Nasional

2 perampok berbekal celurit dan senjata api dilaporkan menyatroni Toko Emas 'Subur' di Wonokromo, Surabaya. Belum diketahui berapa kerugian yang diderita, namun 1 karyawan dilaporkan terluka karenanya.

WowKeren - Aksi kriminal perampokan sudah beberapa kali terjadi di Indonesia, dengan salah satu target utamanya adalah toko perhiasan emas. Kejadian itu pun dikabarkan terjadi di Wonokromo, Surabaya pada Sabtu (15/2) sore, tepatnya pukul 15.15 WIB.

Dilansir dari Suara Surabaya, perampokan ini terjadi ketika suasana sedang sepi lantaran sejumlah toko lain di sekitar tengah tutup. Toko Emas "Subur" ini sendiri memang berlokasi di tempat yang cukup sepi, yakni di Jalan Raya Wonokromo Nomor 26, Surabaya.


Menurut warga, perampokan ini dilakukan oleh dua orang yang menaiki sepeda motor. Berbekal senjata tajam berupa celurit dan senjata api, kedua perampok itu pun menyatroni toko perhiasan tersebut.

Kejadiannya pun berlangsung dengan cepat. Satu-satunya karyawan laki-laki di toko tersebut berusaha mengatasi serangan perampok, namun dengan bengisnya mereka justru mengayunkan celurit yang dibawa sehingga melukai kepala korban.

Alhasil luka bacok pun diterima karyawan heroik tersebut, bak memberikan waktu bagi perampok untuk merampas sejumlah perhiasan emas di salah satu kotak. Usai mengambil dengan terburu-buru, mereka langsung kabur.

Salah satu karyawati toko itu kemudian menghampiri Siti Kusnul selaku ketua RT setempat. Ia menceritakan kronologi singkat kejadian dan meminta bantuan untuk mengantarkan rekan kerjanya yang terluka ke rumah sakit.

"Saya juga kaget, tiba-tiba ada karyawan toko itu datang, bilang kalau tokonya habis dirampok. Ada yang luka," ujar Siti. "Saya minta tolong warga yang punya lyn, kebetulan ada di depan. Akhirnya diantar ke RSI."

Awalnya pemilik toko perhiasan, yang akrab dipanggil Ko Subur, enggan melapor ke polisi. "Karena ini wilayah saya (memimpin), saya kontak Babinsa. Tadi sudah sepi, begitu polisi ke sini ramai lagi," terang Siti.

Pihak kepolisian pun hingga kini terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Sekarang kami masih di TKP, untuk olah TKP," ujar Kapolsek Wonokromo, Kompol Cristopher Adhikara Lembang, ketika dikonfirmasi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts