7 Siswa SMP di Sleman Tewas Terseret Arus, Detik-Detik Mencekam Jelang Kejadian Terungkap
Nasional
Tragedi Susur Sungai Sleman

Kecelakaan terjadi di Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta pada Jumat (21/2) sore. Ratusan siswa SMP terseret arus kala melakukan aktivitas susur sungai, dan 7 diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

WowKeren - Memasuki musim penghujan, tentu bukan hal aneh bila arus air di sungai begitu deras. Namun tak disangka hal inilah yang membuat 7 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta harus meregang nyawa pada Jumat (21/2).

Untuk informasi, keenam siswa itu bersama 243 temannya mengikuti kegiatan susur sungai di Sungai Sempor pada Jumat sore. Kegiatan yang merupakan bagian dari aktivitas pramuka itu rutin dilakukan, sehingga petaka ini sungguh tak bisa diduga dan menyisakan duka mendalam.


Dilansir dari update teranyar Polda DI Yogyakarta di akun Twitter resminya, sebanyak 7 siswa dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 3 lainnya masih dalam pencarian. Dari 239 siswa yang selamat, 23 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di Puskesmas Turi.

7 Siswa SMP di Sleman Tewas Terseret Arus, Detik-Detik Mencekam Jelang Kejadian Terungkap

Twitter

Salah satu korban selamat dalam kejadian ini, Salma, pun berkenan membagikan kisahnya di detik-detik mencekam jelang kejadian. Siswi kelas 7 itu mengatakan kegiatan susur sungai dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.

Cuaca kala itu memang sudah gerimis, namun aliran sungai dirasa masih normal sehingga kegiatan tetap berlangsung. Yang tak dikira, air sungai di hulu sedang besar, bersiap menyapu dirinya dan kawan-kawan.

"Ketika kami sampai di tengah-tengah sungai, jalan di sungai, sudah sekitar setengah jam, tiba-tiba ada arus besar dari arah utara atau atas," kata Salma, dilansir dari Tribun Jogja, Sabtu (22/2).

Padahal saat itu ia dan teman-teman sedang berada di tengah-tengah sungai. Kencangnya arus air yang mendadak tiba itu pun membuatnya terseret.

Dengan mata kepalanya sendiri Salma melihat rekan-rekannya ikut terseret air. Namun Salma pun tak bisa berbuat apa-apa lantaran ia sendiri berusaha menyelamatkan dirinya.

Kencangnya arus air, imbuh Salma, membuatnya kesulitan mencari batu untuk berpegangan. Namun setidaknya ia bersyukur lantaran ada orang yang menyelamatkan dirinya dan dibawa ke bebatuan.

"Saya mau menyelamatkan diri tapi terseret arus air. Mau pegang batu tapi tidak bisa karena arus besar," tuturnya. "Kemudian ada kakak-kakak yang menyelamatkan saya, dibawa ke batu-batu tebing."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts