Buntut Wabah Corona, Emas Antam 'Terbang' dan Pecah Rekor 5 Tahun Terakhir
Nasional
Wabah Virus Corona

Wabah virus Corona tak hanya berdampak di sektor kesehatan tetapi juga aspek ekonomi. Hal ini terbukti dari fluktuasi harga emas Antam yang hari ini (24/2) memecahkan rekor 5 tahun terakhir.

WowKeren - Wabah virus Corona, atau yang belakangan sudah ditetapkan sebagai penyakit COVID-19, menimbulkan sejumlah konsekuensi. Tak hanya dari segi kesehatan, sektor ekonomi dan investasi pun ikut dibuat porak-poranda akibat wabah ini.

Salah satu yang ikut terdampak adalah harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Dikutip dari laman logammulia.com, harga emas murni itu per Senin (24/2) dilaporkan kembali memecahkan rekor.


Hari ini, harga emas Antam per gramnya terkoreksi naik Rp 5 ribu, sehingga menyentuh nominal Rp 809 ribu. Angka ini pun disebut sebagai yang tertinggi sejak lima tahun terakhir, pasca sempat menyentuh Rp 799 ribu pada 8 Januari 2020 lalu.

Tak hanya harga beli yang melambung, harga jual atau buyback-nya pun tak kalah tinggi. Harga jual kembali emas Antam ini dilaporkan terkoreksi Rp 6 ribu sehingga mencapai Rp 731 ribu per gramnya.

Harga emas yang "gila-gilaan" ini pun menarik perhatian publik luas. Pasalnya selama ini harga emas Antam biasa stabil di "kepala 7", bahkan hanya bergeming sedikit ketika Indonesia diguncang masalah internal seperti demonstrasi besar-besaran soal revisi undang-undang KPK.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, pun memberikan jawaban soal harga emas Antam yang terbang tinggi ini. Menurut Ibrahim harga emas menguat lantaran terdampak wabah virus Corona.

Menurutnya banyak investor yang merasa proyeksi ekonomi global akan makin melemah terdorong sentimen virus yang sudah menginfeksi hampir 80 ribu orang itu. Alhasil mereka pun beralih ke aset minim risiko alias safe haven, termasuk emas.

Apabila wabah tak berakhir dalam kuartal I, yang akan "jatuh tempo" pada Maret 2020 mendatang, maka harga emas bisa menyentuh level USD 1.720 per troy ons. "Dan jika wabah meluas kembali di kuartal II, maka harga emas akan melonjak ke USD 1.900 per troy ons," ungkap Ibrahim, Minggu (23/2).

Tak hanya soal risiko yang minimal, kenaikan harga emas juga terdorong oleh beberapa faktor seperti data korban jiwa. Diketahui saat ini COVID-19 telah menyebabkan 2.471 nyawa melayang. Namun di sisi lain, sebanyak 23.599 pasien pun dinyatakan sembuh.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts