Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muanas melaporkan anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, ke Polda Metro Jaya terkait unggahan soal virus Corona (Covid-19) di media sosial Twitter.
- Bertilia Puteri
- Senin, 02 Maret 2020 - 13:56 WIB
WowKeren - Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muanas ke Polda Metro Jaya. Laporan ini terkait dengan unggahan Fahira di akun Twitter pribadinya yang menyinggung soal virus Corona (Covid-19).
"Unggahan ini menimbulkan kegaduhan dan meresahkan," tutur Muanas dilansir CNN Indonesia pada Senin (2/3). "Konten itu sempat diprotes netizen bahkan menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #tangkapfahiraidris."
Muanas menilai bahwa meski telah dihapus, cuitan Fahira telah menyebar dan membuat resah masyarakat. Padahal, Fahira merupakan seorang pejabat publik yang seharusnya lebih berhati-hati saat mengunggah konten di media sosial.
"Dia merupakan pejabat negara yang mempunyai akses luas dibanding masyarakat biasa," ujar Muanas. "Seharusnya dia bisa mencari tahu terlebih dahulu melalui Kementerian Kesehatan atau pihak terkait lainnya."
Menurut Muanas, hoaks terkait virus Corona merupakan persoalan serius. Oleh sebab itu, Muanas berharap agar aparat penegak hukum bisa menindak tegas pihak yang menyebarkan berita bohong tersebut, termasuk anggota DPD RI sekalipun.
"Jangan sampai publik melihat ada ketidakadilan dan terkesan tebang pilih," terang Muanas. "Artinya kalau masyarakat kecil langsung ditindak sebaliknya bila pelakunya pejabat negara dibiarkan."
Dalam laporannya, Muanas turut melampirkan barang bukti berupa 2 lembar print out tangkapan layar dan juga sebuah flashdisk yang berisi link URL. Laporan tersebut terdaftar dalam LP/1387/III/Yan.2.5/ 2020/SPKT/PMJ tertanggal 01 Maret 2020.
Sebelumnya, Fahira memang sempat membagikan pesan menghebohkan terkait wabah virus Corona. Melalui akun Twitter pribadinya, Fahira sempat menyebut DKI Jakarta menjadi daerah dengan pasien diduga virus Corona terbanyak.
"Astagfirullah BIKIN KAGET! Ada 136 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona di #Indonesia - DKI Jakarta 35 orang, Bali 21 orang, Jateng 13 Orang, Kepri 11 orang, Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 oang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang," demikian kutipan cuitan Fahira yang kini telah dihapus tersebut. "Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 orang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang, Sulsel 2 orang, Jambi 1 orang, Papua Barat 1 orang, NTB 2 orang, Bengkulu 1 orang, Kalbar 1 orang, Kalteng 1 orang, Sultra 1 orang, Maluku 1 orang, Sumbar 1 orang, Babel 1 org, Sumsel 2 orang."
(wk/Bert)