Sebelumnya, Jokowi mengonfirmasi dua warga Indonesia yang telah terjangkit corona. Keduanya terdeteksi positif setelah dilakukan pelacakan terhadap pergerakan warga Jepang di Indonesia.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 02 Maret 2020 - 14:50 WIB
WowKeren - Untuk menghalau masuknya virus corona ke Indonesia, pemerintah mengupayakan segala langkah antisipasi. Salah satunya dengan menempatkan alat pendeteksi suhu tubuh di pintu-pintu negara baik dari jalur darat, laut, maupun udara.
Ia menyebut bahwa ke-135 pintu negara tersebut sudah memiliki penjagaan ketat misalkan dengan menghadirkan alat pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner. Namun sayangnya, alat ini sendiri kurang efektif dalam mendeteksi corona. Hal itu bahkan diakui oleh Jokowi sendiri.
"Kita juga menjaga 135 pintu masuk ke negara kita, baik itu darat, baik itu laut, maupun udara, semuanya dijaga ketat," kata Jokowi di Istana Merdeka, Senin (3/2). "Meskipun dalam praktiknya ini tidak mudah. Karena ngecek dengan yang namanya apa, thermal scanner, itu kadang-kadang keakuratannya juga tidak bisa dijamin 100 persen."
Sebelumnya, Jokowi mengonfirmasi dua warga Indonesia yang telah terjangkit corona. Keduanya terdeteksi positif setelah dilakukan pelacakan terhadap pergerakan warga Jepang di Indonesia.
Jokowi mengatakan bahwa ketika pemerintah mendengar informasi adanya warga negara Jepang yang tinggal di Malaysia usai dari Indonesia positif corona, tim Indonesia langsung menelusurinya. "Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif Corona, tim dari Indonesia langsung telusuri," ujar Jokowi.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa kedua orang tersebut kini telah dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Pro. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta, Utara. Saat ini, pasien yang terjangkit virus corona tersebut diisolasi di ruangan khusus yang tidak ada kontak langsung dengan orang lain.
"Sehingga setelah itu kita dapat orangnya kita periksa di RS Pusat Penyakit Infeksi Sulianti Suroso," ujar Terawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3). "Supaya tidak salah orang menerjemahkan. Jadi dia ada di ruang khusus tidak terkontak dengan yang lain."
(wk/zodi)