Tolak Karantina Wilayah, Social Distancing Skala Besar dan Darurat Sipil Dipilih Buat Atasi Corona
Nasional
PSBB Corona

Pemerintah ternyata masih tetap tidak melirik opsi lockdown atau karantina wilayah demi mengatasi wabah Corona. Justru 2 opsi berikut inilah yang dilirik oleh pemerintah.

WowKeren - Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk bisa menekan angka penularan wabah virus Corona. Salah satu opsi yang ramai dibahas di kalangan masyarakat adalah lockdown atau yang belakangan diubah menjadi karantina wilayah.

Namun dalam rapat terbatas yang digelar kemarin (31/3), Presiden Joko Widodo rupanya memiliki pertimbangan lain. Jokowi justru menginstruksikan agar kebijakan pembatasan sosial (social distancing) dan menjaga jarak aman (physical distancing) dalam skala besar.


Tak hanya itu, Jokowi bahkan meminta kebijakan ini didampingi dengan kondisi darurat sipil. Jokowi juga meminta agar payung hukum yang menjamin keberjalanan kebijakan ini segera disiapkan.

"Saya minta kebijakan pembatasan sosial berskala besar, physical distancing dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih efektif lagi," tegas Jokowi, dilansir dari Kompas, Selasa (31/3). "Sehingga tadi sudah saya sampaikan, bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil."

"Dalam menjalankan kebijakan pembatasan sosial berskala besar saya minta agar segera disiapkan aturan pelaksanaan yang jelas sebagai panduan provinsi kabupaten dan kota sehingga mereka bisa bekerja," imbuhnya menegaskan.

Adanya kebijakan "darurat sipil" yang dicetuskan Jokowi jelas menimbulkan gejolak tersendiri di masyarakat. Namun menanggapinya, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menegaskan kebijakan tersebut baru akan diambil belakangan alias menjadi opsi terakhir.

Fadjroel menegaskan kebijakan itu masih digodok dan belum diputuskan. Nanti opsi itu baru ditempuh apabila perkembangan kasus positif COVID-19 semakin masif.

"Penerapan darurat sipil adalah langkah terakhir," terang Fadjroel lewat keterangan tertulisnya. "Yang bisa jadi tidak pernah digunakan dalam kasus COVID-19."

Namun demikian Jokowi sudah menyiapkan semua skenario dengan sebaik mungkin. Salah satunya bila kondisi darurat sipil sampai benar harus ditempuh, sang presiden menginstruksikan agar toko penyuplai kebutuhan pokok dan apotek tetap buka.

"Saya juga minta dan pastikan bahwa apotek dan toko-toko penyuplai kebutuhan pokok bisa tetap buka untuk melayani kebutuhan warga," tutur Jokowi. "Dengan tetap menerapkan protokol jaga jarak yang ketat."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts