Seorang tersangka perampok toko emas dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (2/4) kemarin. Pria 67 tahun tersebut meninggal dunia setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
- Nidya Putri
- Jumat, 03 April 2020 - 14:26 WIB
WowKeren - Nasib Willy Susatya alias Akang yang merupakan tersangka perampokan toko emas di Taman Sari, Jakarta Barat harus berakhir tragis. Pada Kamis (2/4) kemarin, pria berusia 67 tahun tersebut meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona (Covid-19).
Akang meninggal pada Kamis siang di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari hasil tes yang dilakukan diketahui ia positif corona.
"Setelah dicek oleh dokter yang ada, yang bersangkutan memang ada positif COVID-19," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (2/4). Sebelum ditangkap, kondisi Akang sudah memburuk.
Pasalnya, Akang diketahui memiliki riwayat penyakit gula. "Memang tersangka pada bulan lalu saat selesai dilakukan penangkapan, yang bersangkutan memang ada penyakit gula," kata Yusri.
Penyidik Polres Jakarta Barat membawa Akang ke RS Kramat Jati karena penyakitnya itu. Akang sempat menjalani perawatan selama 1 bulan, sejak 3 Maret 2020 lalu.
Meski begitu, polisi masih belum mengetahui bagaimana Akang bisa terinfeksi Corona. Mereka pun tengah melacak jejak penular Corona kepada Akang, dengan mencari siapa saja yang pernah kontak denganya selama 1 bulan perawatan di rumah sakit.
"Ini masih kita cek record adakah kunjungan dari keluarganya, nanti kita cek untuk bisa mengetahui apakah ada tertular dari keluarganya atau orang yang berkunjung pada saat itu," paparnya.
Diketahui, Akang ditangkap atas perampokan di toko emas 'Cantik' di Pasar Pecah Kulit, Pinangsia, Jakarta Barat, pada Jumat, 28 Februari 2020, pukul 12.30 WIB. Ia bahkan sempat menembak warga saat melakukan aksinya itu.
Saat itu, ia kedapatan menggondol perhiasan emas seberat 3 kilogram atau seharga Rp 2,1 miliar. Kakek berusia 67 tahun ini mengaku nekat merampok karena terlilit utang yang cukup besar.
Sebelumnya, Akang merupakan pengusaha tempat hiburan malam. Sayangnya, usaha tersebut sudah lama tutup. "Iya, dulu dia pernah punya tempat hiburan malam 'Atlantik' kalau tidak salah. Tetapi sudah lama tutup," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi.
Namun, Arsya mengaku tak tahu persis penyebab ditutupnya diskotek Akang tersebut. "Saya nggak sampai sejauh itu tanyanya, cuma kata dia sih manajemennya nggak bener, jadi bangkrut, akhirnya tutup," tutupnya.
(wk/nidy)