Puluhan Hotel di Yogyakarta Nyalakan Simbol Cinta Sebagai Penguat Memerangi Wabah Corona
Instagram
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Beberapa hotel di Yogyakarta terlihat kompak melakukan aksi solidaritas dengan tajuk 'From Jogja with Love'. Tercatat setidaknya lebih dari 50 hotel yang berpartisipasi dalam aksi ini.

WowKeren - Penyebaran virus corona COVID-19 di seluruh penjuru dunia membuat semua orang dihimbau melakukan social distancing, menjaga jarak antar orang hingga diminta tetap berada di rumah saja jika memang tidak bekerja atau membeli kebutuhan pokok.

Hal itu tentunya membuat tempat wisata serta hotel menjadi sepi pengunjung. Namun ini tidak membuat bisnis hotel menjadi patah semangat. Pada Sabtu (4/4), beberapa hotel di Yogyakarta terlihat kompak melakukan aksi solidaritas dengan tajuk "From Jogja with Love".


Aksi itu berupa membuat simbol cinta dengan memanfaatkan lampu beberapa kamar hingga terbentuk simbol hati yang bisa dilihat jelas dari luar gedung hotel. Tercatat setidaknya lebih dari 50 hotel yang berpartisipasi.

Aksi itu serentak dimulai pukul 19:30 hingga 20:30 WIB dan digagas oleh IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Association). Kukuh Wibawanto, Ketua IHGM Dewan Pengurus Daerah Yogyakarta, mengatakan aksi ini murni tidak ada campur tangan dari pemerintahan manapun.

"Tidak ada campur tangan dari pemerintah, tidak ada campur tangan dari organisasi karena ini murni dari karyawan dan hotel," ungkap Kukuh pada Sabtu (4/4).

Aksi ini merupakan bentuk sosialisasi terutama untuk membagikan semangat kepada masyarakat dan seluruh karyawan hotel maupun penggiat wisata. Lewat lambang cinta yang bertebaran di hotel-hotel Jogja ini bisa sekaligus menjadi hiburan dan penguat bagi masyarakat memerangi wabah corona.

"Ini bentuk solidaritas kami, hotel yang di Jogja melihat situasi seperti ini, yang kita perlukan adalah kita berbagi semangat. Kita berbagi semangat kepada masyarakat, kepada teman-teman karyawan kemudian juga para pemilik hotel," sambung Kukuh.

"Bahwa kami masih punya harapan. Kami harap ini cuma sebentar dan segera bangkit lagi. Karena kita tahu Yogyakarta itu berbeda dari daerah lain yang hidupnya 90 persen dari pariwisata. Sehingga kami banyak berharap pariwisata ini segera tumbuh kembali. Bahwa di Jogja ini masih ada harapan, bahwa di Jogja ini lho kita bisa tumbuh kembali," pungkas Kukuh.

(wk/amal)

You can share this post!

Related Posts