Positif Corona, Tung Desem Waringin Tekankan Hati Gembira Adalah Obat Utama
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Motivator kondang, Tung Desem Waringin, baru saja mengonfirmasi soal dirinya yang positif terinfeksi virus Corona. Ia pun membagikan pengalamannya kala menghadapi penyakit ini.

WowKeren - Motivator ternama, Tung Desem Waringin, baru saja mengonfirmasi perihal dirinya yang positif terinfeksi virus Corona. Informasi ini disampaikan tepat setelah hasil uji swab Tung keluar pada Minggu (5/4) kemarin.

Lewat wawancaranya pada Senin (6/4), Tung Desem membagikan pandangannya soal obat paling manjur untuk mengalahkan virus Corona yang menyerang tubuhnya. Beliau menyebutkan bahwa obat utama itu adalah kegembiraan hati.

"Saya percaya penuh bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur," katanya. Tung Desem pun mengaku menghabiskan waktunya dalam masa perawatan dengan bernyanyi gembira, tak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga pasien-pasien lain, bahkan juga tim medis.

Dari situlah Tung Desem meyakini, lingkungan yang positif merupakan kunci utama kesembuhan pasien COVID-19. Hal ini senada dengan yang pernah disampaikan pasien sembuh lain, bahwa kunci kesembuhannya adalah semangat dan lingkungan penuh kegembiraan di rumah sakit.

"Dan gembira, kekhawatiran hilang, hatinya damai, plong, imun sistem meningkat, ceria," tutur Tung Desem. "Sampai dokter bilang, 'Kalau saya lihat Pak Tung ini sembuhnya cepat'."

Kendati demikian, ia tak menampik bahwa obat-obatan dari tim medis juga berpengaruh besar bagi kesembuhannya. Seperti deretan obat seperti chloroquine dan injeksi anti inflamasi actemra yang turut ia terima, disamping mengonsumsi virgin coconut oil (VCO), multivitamin dan makanan bergizi.

"Saya juga mengonsumsi obat-obatan seperti acidomicyn, kloroquine, dan haloquine. Terus Vitamin C dosis tinggi sangat membantu, vitamin D3 juga sangat-sangat penting," ujar Tung Desem. "Pas efeknya membaik, saya minta langsung genjot aja (infus Actemra). Dokternya bilang, ndak usah, sudah membaik. Bagi-bagi dengan yang lain karena dapatnya susah."

Tung Desem sendiri mengaku bahwa ia mulai merasa demam pada 18 Maret 2020. Menyadari bahwa ia mengalami gejala seperti COVID-19, sang motivator pun sigap melakukan social distancing agar tak menularkan penyakitnya kepada orang lain, terlepas dari apakah sudah positif atau belum.


Kemudian pada 23 Maret, Tung Desem mulai menjalani pemeriksaan, meliputi tes darah, rontgen paru-paru. Kala itu tim medis sudah hampir 100 persen meyakini Tung Desem positif COVID-19.

Uji yang sama kembali diulang pada 30 Maret. Sang motivator sigap dimasukkan ke rumah sakit. "Tanggal 30 (Maret) baru keluar hasil swab-nya, banci hasilnya, separuh iya, separuh enggak," tutur Tung Desem.

Selepas itu Tung Desem mengakui kondisinya kian kritis. Demamnya begitu tinggi dan tubuhnya menggigil. Alhasil pada pukul 03.00 WIB dini hari, Tung meminum 2 sendok VCO.

"Jam 06.30 lancar banget ke belakang, bahkan sampai tiga kali keluar airnya, keluarnya minyaknya," ujar Tung Desem. Merasa tubuhnya membaik, ia kembali meminum VCO pada jam 10 pagi. Bukan dua sendok, ia meminum hingga setengah botol VCO berukuran 150 cc. Ia juga mengonsumsi air putih 3,5 liter.

Sedangkan untuk rutinitasnya mengonsumsi VCO tetap ia teruskan hingga beberapa hari setelahnya, bahkan dosisnya ditambah. Namun selang beberapa hari kemudian efek yang dirasakan berkurang.

Pada Rabu (1/4) kemarin, Tung Desem menjalani uji usap tenggorokan. "Kemudian tanggal 1 April di-swab lagi, baru keluar kemarin (5/4). Hasilnya confirmed positif COVID-19," imbuhnya.

Saat memberikan kesaksiannya, Tung Desem pun menyayangkan lambannya pemeriksaan sampel pasien suspect COVID-19. Sebab setidaknya ia membutuhkan waktu sekitar 14 hari hingga hasil uji swab tenggorokannya keluar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts