Indonesia Dapat Bantuan dari Delapan Negara untuk Atasi COVID-19
AP
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut keterangan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bantuan medis yang diberikan untuk Indonesia ini berupa APD (alat pelindung diri), ventilator, masker, hingga desinfektan dan hand sanitizer.

WowKeren - Jumlah kasus positif virus corona (COVID-19) di Indonesia terus mengalami kenaikan. Per Selasa (7/4), tercatat ada 2,738 kasus positif corona di Tanah Air, dengan jumlah korban meninggal menyentuh angka 221 jiwa, dan 204 lainnya dinyatakan telah sembuh.

Terkait perkembangan jumlah kasus corona di Indonesia ini, rupanya sejumlah negara lain berbondong-bondong memberikan bantuan. Menurut keterangan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, ada delapan negara yang memberikan bantuan medis untuk Indonesia demi menanggulangi pandemi corona.


Dalam keterangannya, Retno menjelaskan bahwa kedelapan negara tersebut adalah Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, Australia, serta Uni Emirat Arab (UEA).

Bantuan medis yang diberikan untuk Indonesia ini berupa APD (alat pelindung diri), ventilator, masker, hingga desinfektan dan hand sanitizer. "Bantuan ini biasanya terkait alat kesehatan. Ada uang memberi berupa masker, test kit, APD, ventilator, hand sanitizer, desinfektan, dan lain-lain," kata Retno saat rapat bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara virtual pada Selasa (7/4).

Bukan itu saja, Retno juga menambahkan bahwa saat ini pemerintah RI sedang bekerja sama untuk pengadaan alat rapid test bersama pemerintah Korea Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Cecep Herawan, mengatakan selain dari pemerintah, Indonesia juga menerima bantuan dari enam organisasi internasional dan 38 pihak swasta asing.

Cecep menyebut keenam organisasi internasional itu adalah Badan kesehatan Dunia (WHO), Asian Development Bank (ADB), Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Badan PBB untuk Program Pembangunan (UNDP), dan Global Fund.

"Sementara itu bantuan asing swasta berasal dari pihak swasta atau non-pemerintah (NGO) enam negara yakni China, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Prancis, dan Rusia," tutur Cecep.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts