Heboh Penumpang Kapal Lambelu Nekat Lompat ke Laut Usai Tiga ABK Positif Covid-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah Provinsi NTT melarang Kapal Motor (KM) Lambelu untuk berlabuh di dermaga. Hal tersebut dikarenakan adanya tiga ABK yang positif terjangkit virus corona.

WowKeren - Kapal Motor (KM) Lambelu dilarang berlabuh di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Nusa Tenggara Timur ( NTT). Ratusan penumpang KM Lambelu dari Tarakan Kalimantan Timur yang menuju Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata pun tertahan di dalam kapal.

Pada Selasa (7/4) pagi, tim medis dari Maumere bersama anggota tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Sikka menuju KM Lambelu, untuk melakukan pemeriksaan terhadap 22 ABK secara acak akibat terbatasnya peralatan. Berdasarkan hasil rapid test, tiga orang anak buah kapal (ABK) dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Sikka yang berkoordinasi dengan Gubernur NTT, melarang KM Lambelu yang berada sekitar 2 mil dari Pelabuhan Lorens Say untuk berlabuh. Kecurigaan bermula saat Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Nunukan, Kalimantan Utara menemukan ada empat orang penumpang KM Lambelu dari Makassar yang positif Covid-19.

"Kapal kami sandarkan. Para penumpang tidak boleh turun sebelum tim kesehatan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan rekomendasi," ujar Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, dilansir Kompas.com pada Rabu (8/4). "Tiga orang itu antara lain satu petugas kantin dan dua ABK di kapal itu."


Namun sejumlah penumpang KM Lambelu nekat terjun ke laut dan berenang menuju pelabuhan. Aksi nekat para penumpang tersebut sempat terekam dalam video amatir dan menjadi viral di media sosial.

Sementara itu, Kepala Basarnas Maumere memastikan bahwa lima orang penumpang yang nekat terjun ke laut telah selamat. Mereka pun kembali naik ke KM Lambelu setelah Pemkab Sikka memperbolehkan kapal untuk berlabuh.

"Mereka lompat pakai life jacket (jaket pelampung)," ungkap Kepala Basarnas Maumere, I Putu Sudayana. "Melihat aksi mereka, kapal diperkenankan bersandar, kelima penumpang yang lompat pun naik sendiri ke kapal dan selamat."

Usai KM Lambelu diperbolehkan berlabuh, para penumpang diturunkan secara bertahap 20 orang. Penumpang laki-laki di SCC Maumere dan perempuan di Rujab Bupati Sikka, yang selanjutnya akan menjalani karantina selama 14 hari.

(wk/evaa)

You can share this post!

Related Posts