Pemerintah Klaim Alat Tes Corona Buatan Swiss Mampu Uji 10 Ribu Orang Per Hari
Nasional

Kementerian BUMN bekerja sama dengan laboratorium di Swiss untuk mendatangkan alat tes corona ke Indonesia. Alat tes buatan Swiss ini pun sudah terpasang di RS rujukan corona.

WowKeren - Pemerintah Indonesia mendatangkan alat tes corona (COVID-19) dari Swiss. Seperti diketahui sejak kasus corona pertama, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk mencari logistik terkait corona. Begitu juga dengan Kementerian BUMN yang fokus mencari alat untuk mengecek jumlah kasus positif corona di Tanah Air.

"Sekitar sebulan yang lalu, atas inisiatif pak Erick Thohir setelah ada petunjuk dari pak Jokowi untuk mencarikan alat yang memang jadi kebutuhan kita semua dan kebutuhan bagi proses mengetahui bagaimana Corona ini terjadi di Indonesia, apakah orang tersebut positif atau negatif terkena Corona," kata Stafsus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB pada Rabu (8/4) seperti dilansir dari DetikNews.

Kementerian BUMN bekerja sama dengan laboratorium di Swiss untuk mendatangkan alat tes corona ke Indonesia. Terlebih Indonesia memang kekurangan alat tes corona.

"Sekitar 3 minggu lalu kita sudah berhasil bernegosiasi dengan laboratorium di Eropa yaitu Swiss, yaitu Roche dan berhasil beli alat, kemarin sudah datang ke Indonesia sekitar hari Sabtu lalu," sambung Arya. "Kalau sudah terinstall semua, Alat tersebut satu hari bisa capai 8-10 ribu kita bisa mengetahui hasil tesnya."


Arya menjelaskan tentang detail alat tes yang didatangkan dari Swiss tersebut. Ia menyebut alat tersebut dapat memeriksa 10 ribu spesimen dalam sehari sehingga Indonesia mampu melakukan tes corona 300 ribu dalam sebulan.

"Kalau sudah terinstall semua, alat tersebut satu hari bisa capai 8-10 ribu kita bisa mengetahui hasil tesnya," jelas Arya. "Kalau gini, dalam sebulan kita bisa capai hampir 300 ribu orang yang sudah di tes sehingga bisa mengejar dengan PCR untuk memastikan apakah orang tersebut positif corona atau tidak."

Alat tes corona dari Swiss tersebut sudah terpasang di rumah sakit rujukan corona di Jakarta. Arya menambahkan alat tes tersebut akan segera didistribusikan pada rumah sakit sejumlah provinsi di Indonesia.

"Alat ini sudah hadir di Indonesia, sudah di set-up, kita sudah mulai diinstal di salah satu RS Jakarta. Semua alat ini disebar di beberapa provinsi, ada di Jakarta, Jabar, Jatim, Bali, Lampung, Sumsel, Sumbar, Kaltim, Sulsel dan di Papua. Ini akan kita sebar," lanjut Arya. "2 minggu kalau sudah sampai ditempat, diharapkan RS sudah punya tempat namanya negative pressure maka lab pun bisa digunakan. Banyak item-item yang bisa disesuaikan kriterianya, apalagi lab virus seperti ini disesuaikan dengan standar Kemenkes."

(wk/tria)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait