RS Darurat Corona di Batam Masih Sepi Pasien Dua Hari Pasca Dibuka
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah telah meresmikan RS darurat corona di Pulau Galang, Batam pada Senin (6/4) lalu. Namun hingga saat ini, kondisi rumah sakit tampak lenggang sebab belum ada satu pasien pun.

WowKeren - Terbatasnya pra sarana untuk penanganan pasien Corona di Jakarta, membuat pemerintah akhirnya membangun rumah sakit darurat Corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Sejak hari Senin (6/4) lalu, rumah sakit seluas 20 hektare ini resmi dibuka dan sudah mulai beroperasi. Kendati demikian, rumah sakit khusus penanganan pasien Covid-19 ini hingga saat ini, Rabu (8/4) belum menerima pasien.

"Sampai hari ini belum ada pasien (di RS Darurat Galang)," ujar Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI, Yudo Margono melansir Liputan6.com, Rabu (8/4).

Menurut Yudo, hal ini dikarenakan belum adanya rumah sakit yang merujuk pasien Corona ke RS Darurat Pulau Galang. Yudo menyebut, nantinya RS Darurat ini juga dipersiapkan sebagai tempat isolasi pekerja migran yang pulang ke Indonesia. "Kan saat ini masih banyak pekerja migran yang akan kembali ke Tanah Air," ucap Yudo.

Meski belum merawat pasien, Yudo memastikan semua fasilitas perawatan yang ada di rumah sakit ini sudah siap digunakan. Begitu juga, dengan para tenaga medis yang akan merawat pasien Corona. "Kemarin juga sudah infokan bila ada RS yang mau merujuk atau masyarakat mau berobat ya silakan," kata Yudo.

RS Darurat Corona di Pulau Galang memiliki fasilitas 340 ruangan observasi dan 20 ruangan untuk isolasi khusus. Pengoperasian rumah sakit ini di bawah kendali Pangdam I/ Bukit Barisan.


Adapun akses menuju rumah sakit tersebut telah disiapkan tiga buah heliped serta pelabuhan laut yang dapat digunakan apabila dalam situasi emergency. Sementara, untuk screening dilaksanakan di pelabuhan.

Apabila terindikasi virus Corona, maka pasien akan dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi. Fasilitas perawatan rumah sakit tersebut menyediakan tiga klaster perawatan pasien berhubungan dengan Covid-19.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas, yaitu eks penampungan pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektare dari total luas area 80 hektare.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi tiga zonasi, yakni Zona A (renovasi eks Sinam) meliputi gedung penunjang, seperti mes petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Sementara, Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung, seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, central gas medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas. Pemerintah berharap dengan adanya rumah sakit darurat Corona ini, seluruh pasien yang dinyatakan positif bisa ditangani dengan baik.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts